Hukrim

Remisi Natal

Remisi Ahok Cermin Menghilangnya Keadilan Hukum di Indonesia

Administrator | Jumat, 22 Desember 2017 - 05:27:37 WIB | dibaca: 178 pembaca

Dr. Suparji SH. MH., Direktur Eksekutif SA Institute. (foto fri)

Jakarta,parahyangan-post.com-Remisi buat Ahok adalah cermin menghilangnya keadilan Hukum. Hal tersebut dikatakan Dr. Suparji SH. MH., selaku Direktur Eksekutif SA Institute kepada reporter di kantornya kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis Sore (21/12/2017). Sejak berdiri hingga sekarang Indonesia adalah negara hukum. Konsep negara hukum Indonesia menjadi bagian yang selalu dinyatakan dalam konstitusi. Sementara salah satu tuntutan reformasi yaitu menegakkan supremasi hukum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta semua kekuasaan harus dipertanggungjawabkan.

"Kabar Remisi yang diperoleh Ahok terkesan sangat misterius karena yang bersangkutan belum ditempatkan di lembaga pemasyarakatan akan tetapi masih di Mako Brimob Kelapa Dua selain itu syarat berkelakuan baik sangat subyektif, maka dengan adanya kabar remisi ini menimbulkan persepsi adanya diskriminasi hukum yang bertentangan dengan nilai kepastian dan keadilan hukum itu sendiri," ujar Suparji.

"Hal ini menunjukkan adanya perlakuan istimewa kepada orang tertentu dengan alasan demi keselamatan yang bersangkutan dan bila itu merasa terancam di Jakarta, kan bisa saja ditempatkan di daerah lain dan hukum nampaknya belum bisa berjalan secara independen karena masih adanya faktor lain yang lebih kuat seperti politik, ekonomi dan sebagainya," imbuhnya.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena kasus dugaan penista agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta yang mana putusannya lebih besar dari tuntutan Jaksa yang hanya setahun penjara. (fri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)