Husada

Ratusan Odapus

Rayakan Hari Lupus Sedunia di Bundaran HI

Administrator | Senin, 11 Mei 2015 - 06:22:07 WIB | dibaca: 1485 pembaca

Duta Lupus, Nathasa Dematra Bersama Ratusan Odapus,Menggelar Performing Art di Acara Carr Free Day (sumber foto : IEH/pp)

JAKARTA (www.Parahyangan-Post.com) - Hari Lupus Sedunia (HLS) yang jatuh pada tanggal 10 Mei dimeriahkan dengan jalan pagi berkeliling Bundaran HI dan Happening Art oleh orang-orang yang hidup dengan Lupus (Odapus) dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), para relawan Dewan Kreatif Rakyat (DKR) dan para artis. Rangkaian kegiatan ini telah dimulai dengan penulisan surat cinta untuk Jokowi dari para odapus pada tanggal 6 Mei yang lalu.

Ratusan peserta membawa berbagai poster, di antaranya bertuliskan pesan “Jangan anak tirikan odapus”, “Nyawa kami jangan didiskon 80%”, “Birokrasi VS Nyawa”, dan “Lupus bisa menyerang siapa saja”.

Rangkaian acara perayaan HLS ini akan dilanjutkan dengan beberapa program Performing Art dan Craft Bazaar di Bandung dan Lupus Goes to Nature di Parung dan akan dilanjutkan dengan pemutaran film layar lebar L4 Lupus yang disutradarai oleh Damien Dematra dan diperankan oleh Virda Anggraini, Natasha Dematra, Ayu Azhari dan Anna Tarigan. Film yang sudah meraih berbagai penghargaan internasional termasuk Platinum Award untuk Virda Anggraini dalam kategori pemeran utama Terbaik dan Natasha Dematra untuk kategori pemeran pembantu utama terbaik dari International Independent Film Awards di AS, akan diputar dalam special screening pada bulan Juni.

Kemeriahan penyelenggaraan HLS ini akan diakhiri dengan penyelenggaraan festival film internasional yaitu International Film Festival for Environment, Health and Culture (IFFEHC) yang akan berlangsung dari tanggal 9 Juni sd 19 Juni, 2015 di Jakarta.

Menurut Damien Dematra, pendiri dan direktur festival IFFEHC, ada lebih dari 250 film dari seluruh dunia yang telah mendaftar untuk mengikuti festival film yang pelaksanaannya telah memasuki tahun ke-3 tersebut. Tim juri akan memilih sekitar 30 film terbaik untuk dapat ditayangkan pada festival film tersebut.

Damien Dematra dan Tiara Savitri (Ketua Umum YLI) adalah pengusung awal penyelenggaraan festival film internasional dengan tema kesehatan, lingkungan hidup dan kebudayaan. Ketika pertama kali dihelat, festival ini banyak menarik perhatian sineas kreatif internasional. Sebanyak lebih dari 300 film dari 40 negara mendaftar untuk mengikuti festival ini di tahun pertamanya.

Hingga memasuki tahun ke-3-nya, IFFEHC ini masih menjadi ajang primadona dalam bidangnya, dan telah menjadi salah satu festival terbesar di dunia yang mengusung tema environment dan health. Ironisnya, walau diadakan di Indonesia, sampai saat ini belum ada satupun peserta dari Indonesia yang mendaftarkan filmnya.

Bukan hanya mengusung kedua tema ini, DKR dan pihak Damien Dematra pun sebenarnya kerap mengadakan beberapa festival film tiap tahunnya dengan tema berbeda, seperti tema perdamaian dan kesetaraan, toleransi, dan lainnya. Upaya ini dilakukan karena ingin mendukung program yang dicanangkan PBB perihal kemanusiaan, dan perencanaan untuk menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik.

Disela-sela hingar-bingar ini, Tiara Savitri meminta perhatian Presiden Jokowi agar Odapus yang diperkirakan berjumlah sekitar 1.500.000 di Indonesia tidak didiskriminasi dengan sistem Kartu Sehat dan BPJS yang sama sekali tidak memberikan keadilan pagi para Odapus. Dimana dibandingkan pengidap kanker dan AIDS, para Odapus hanya menerima sekitar 20 persen dari biaya pengobatan mereka yang sangat mahal. Padahal menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Lupus dapat menyerang siapa saja dari bayi hingga lansia. Dalam kenyataanya, Lupus menyerang 93 persen wanita; dimana banyak dari mereka dalam usia produktif antara 16-40 tahun. Penanganan yang cepat dan tidak diskriminatif sangat penting dalam menanganipenyakit Lupus.

(rat/rls/pp)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)