Nusantara

Mogok Nasional

Puluhan Buruh Alami Luka Bacok Oleh Preman Bayaran di Kawasan Industri EJIP

Administrator | Kamis, 31 Oktober 2013 - 18:49:34 WIB | dibaca: 5564 pembaca

Salah Satu Buruh Yang Mengalami Luka Bacok Oleh Oknum Ormas dan Preman Bayaran di Kawasan EJIP (Foto : tim KSPI)

BEKASI, Parahyangan-Post.com – Aksi buruh di-Kawasan Industri EJIP, dihalang-halangi oleh oknum ormas dan preman bayaran, oknum ormas dan preman bayaran bertindak anarkis, korban dari pihak buruh, terluka parah. Kejadian tersebut saat buruh menyampaikan pendapat (unjuk rasa) dalam rangka Mogok Nasional, untuk menuntut haknya, pada Kamis (31/10).

 

Sebagaimna diketahui buruh Indonesia yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB), melaksanakan kegiatan Mogok Nasional, diikuti oleh 3 juta buruh di 20 Provinsi dan 150 kabupaten/kota di 40 kawasan Industri dimulai dari Pukul 06.00 WIB.

 

Mogok Nasional yang sedang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bekasi, tepatnya di wilayah kawasan Industri EJIP, Delta Silicon 1 dan 2, Hyundai, Jababeka 1 dan 2, MM 2100, Cikarang dihadang oleh ASPELINDO, Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP), Ikkapud, dan organisasi liar (Preman) bayaran.

 

Massa bayaran tersebut mulai berkumpul sejak Pukul 01.00 WIB, dini hari di kawasan EJIP dan sekitarnya. Pada Pk 05.30 mereka berkeliling di kawasan EJIP menghalang-halangi buruh yang akan menggunakan hak nya untuk menyampaikan Pendapat di Muka Umum sesuai UU No. 9 Tahun 1998 . 

 

Teridentifikasi sampai saat ini 17 orang menjadi korban luka bacok dan pukul yang dilakukan oleh ASPELINDO, Ormas Pemuda Pancasila, Ikkaput, Preman, dll. Diduga jumlah korban yang belum terindentifikasi jumlahnya lebih besar. Korban terdiri dari 15 orang buruh dan 2 orang security perusahaan. Diketahui bahwa 1 orang buruh saat ini dalam kondisi kritis (buruh di PT Abacus Schneider) dan 1 orang luka parah juga akibat luka bacok di kepala (Buruh dari PT. Enkei). Berikut adalah kronologis dari beberapa kejadian kekerasan yang terjadi di beberapa perusahaan di kawasan industri:

 

PT Abacus Schneider , korban 6 orang (4 pekerja, 2 security)

 

Kronologis: Pukul 08.00 WIB, rombongan pekerja ke rumah buruh. Dihadang sekitar 100 orang anggota Pemuda Pancasila dengan mobil komando. Pemuda Pancasila menyerang buruh dan dikejar sampai dengan PT Abacus. Disana 4 orang pekerja dipukuli dengan balok dan diinjak-injak.  10 motor dihancurkan dengan dipukuli, 1 motor dilindas dengan mobil komando. 2 orang buruh kabur ke dalam PT Abacus, Pemuda Pancasila menyerang dan menghancurkan pos security. 2 orang security dikeroyok, 1 orang luka bacok.

 

Nama Korban dari pihak buruh: Sdr. Imron, Sdr. Ade Nurdin, Sdr. Purwoadi, Sdr. Asep ;

Nama Korban dari security perusahaan: Sdr. Subandi, Sdr. Joko.

 

PT Ghaza Furindo

 

Korban 1 orang luka bacok di punggung  sepanjang 15 cm, 30 jahitan. Kronologis rombongan pekerja sedang menuju perempatan EJIP. Disana dihadang rombongan Ormas (Pemuda Pancasila, Ikappud, ASPELINDO, Preman Ambon), sekitar 30 orang pekerja diserang dengan parang, balok, dan bambu. korban dibacok saat itu, tidak ada upaya perlindungan dari aparat kepolisian.

 

Nama korban dari buruh: Karma Irama

 

PT Tristar

 

Korban 1 orang luka tikam sedalam 3 cm, lebar 2 cm. Pukul 09.30 WIB, rombongan pekerja menuju PT Suang In, disana dihadang rombongan orang Ambon. Terjadi bentrok saling lempar batu antar kedua pihak. Salah satu pekerja, Wawan, akan mundur ke belakang tapi motornya mogok. Korban ditusuk pada saat itu. Korban tidak melihat pelakunya dan belum ditemukan saksi.

 

Nama korban dari buruh: Wawan

 

Menurut Muhammad Rusdi, Sekjen KSPI, berdasarkan hal ini, maka Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) menyatakan sikap, mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh ASPELINDO, Ormas Pemuda Pancasila, Ikkapud, organisasi liar (preman) bayaran.

 

 

Menyesalkan beredarnya kelompok-kelompok liar yang tidak mengajukan pemberitahuan kepada aparat kepolisian dan mengganggu kegiatan buruh yang telah mengajukan pemberitahuan kegiatannya sesuai dengan Undang-Undang.

 

 

Menuntut Kapolri untuk bertanggung jawab atas tindakan pembiaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat yang mengakibatkan ada 8 orang korban luka bacok dan pukul.

 

 

Menuntut Kapolri untuk menindak tegas ASPELINDO, Ormas Pemuda Pancasila, Ikkapud, dan Preman yang mengintimidasi dan melakukan tindakan kekerasan kepada Buruh yang sedang melaksanakan Mogok Nasional ;

 

 

Apabila tidak ada tindakan tegas dari Kepolisian, maka Buruh akan mengadukan hal ini kepada Presiden RI.

 

 

Sementara itu, menurut Ketua Serikat Pewarta, Masfendi saat dikonfirmasi tim media ini, terkait kekerasan terhadap buruh di Kawasan EJIP, mengatakan, bahwa unjuk rasa atau penyampaian pendapat, berserikat dan berkumpul adalah hak setiap warga Negara yang dijamin oleh UUD 1945, yaitu Pasal 28E ayat (3), “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, brkumpul dan mengeluarkan pendapat.”

 

 

“Dan perlu diketahui, Mogok Nasional yang dilaksanakan oleh kawan-kawan buruh, adalah tindakan legal dan terpuji. Selain kenaikan upah, kawan-kawan buruh juga menuntut dihapuskannya outsourching dan pelaksanaan jaminan kesehatan per 01 Januari 2014. Jaminan kesehatan ini bukan semata-mata kepentingan buruh,tetapi kepentingan seluruh rakyat Indonesia,”jelas Masfendi.

 

 

Lebih lanjut Ketua Serikat Pewarta juga meminta agar Komisaris Jenderal Sutarman, sebagai  Kapolri yang baru saja dilantik, mengusut tuntas, menghukum seberat-beratnya terhadap para pelaku, memanggil serta meminta pertanggungjawaban dari pucuk pimpinan ormas yang terlibat. Termasuk para aktor penyokong dan penyandang dana aksi ormas anarkis dan preman bayaran tersebut.

 

 

“Ini saatnya bagi Komjen Sutarman untuk membuktikan janji-janjinya, sebagaimana yang ia sampaikan dihadapan anggota DPR/MPR,”jelas Ketua Serikat Pewarta. (ratman/pp)










Komentar Via Website : 3
crystalhawa.com
06 Desember 2013 - 07:53:12 WIB
obat tradisional maag
06 Desember 2013 - 10:10:55 WIB
oke thanks infonya http://goo.gl/ujEXor
obat tradisional asam urat
19 Desember 2013 - 14:46:34 WIB
oke thanks infonya http://goo.gl/SDiHDa
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)