Seni Budaya

Belajar Bersama Maestro 2019

PROSES PELANGI NUSANTARA

Administrator | Selasa, 10 September 2019 - 16:32:23 WIB | dibaca: 39 pembaca

GIANYAR, BALI (Parahyangan-Post.com) -- Lima belas anak muda, dari berbagai pelosok di Indonesia, terpilih dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2019, untuk belajar seni di Sanggar Paripurna, di Desa Bona, Gianyar, Bali. Mereka telah memiliki minat dan bakat seni dari sono-nya. Namun begitu tinggal satu atap, hidup bersama Maestro, I Made Sidia, begitu banyak pengalaman baru yang dipetik.

Bahkan tahun-tahun sebelumnya, mereka tidak akan membayangkan, akan bisa pergi ke Bali. Desa Bona, yang bagai setitik noktah di peta Pulau Dewata, tak pernah hinggap di telinga mereka. Selama empat belas hari, mereka bermukim di Bona,  telah memberi pengalaman yang utuh-padu tentang seni dan kehidupan.  Mereka bisa melihat langsung dan mengalami hidup bersama para seniman. Hal yang tak terbayangkan. Kini menjadi kenyataan.

Ketika pertamakali bertatap muka dan berdialog di Sanggar Paripurna, para peserta, tidak langsung dipacu berlatih menari. I Made Sidia, pengampu yang bijak, ingin melihat minat peserta, apa yang muncul dari dalam diri mereka.

“Pengalaman berkesan, ketika bapak I Made Sidia memperkenalkan kami kepada ratusan anak didik Sanggar Paripurna, saat itu kami diminta menampilkan bakat satu persatu. Saya bacakan satu puisi dari WS.Rendra, yang membuat hadirin terhibur,” ujar Syahrul Gunawan, 16 tahun, peserta asal Pinrang, Sulawesi Selatan, yang senang sastra dan deklamasi.

Selama berproses di Sanggar Paripurna, para peserta diperkenalkan pada puspa-ragam kesenian. Yang diungkapkan oleh Alisha Syakira Triawan, sebagai konsep multi-art. Belajar teater, tari, karawitan, kriya wayang dan mendalang.

Sementara Nur Laili, 17 tahun, berpandangan Sanggar Paripurna telah mengajarkan bagaimana menggelar pertunjukkan. Mulai dari yang mendasar. Mengenali unsur seni tradisi dan memadukannya dengan unsur modern. Dihadirkan dalam kolaborasi berbagai elemen bentuk kesenian.

“Kita diajarkan bagaimana membuat sebuah pertunjukan yang tidak membosankan. Itu sudah kami terapkan pada pementasan kami di Bentara Budaya Bali, yang diberi judul oleh pak Made Sidia, Pelangi Nusantara,” ujar Laili.

Sanggar Paripurna, yang berdiri sejak 1990, bagaikan kawah candradimuka, wadah yang mendidik para cantrik sejak usia dini. Kesediaan untuk menjadi murid, menjadi utama, sehingga bisa menyerap ilmu dari guru, lingkungan, alam dan semesta.

Bagi Variel Ananda, 17 tahun, hal yang mengejutkan begitu melihat ratusan  cantrik, berduyun-duyun belajar di sanggar. Dan tanpa pungutan bayaran sepeser pun.

“Saya menemukan kesulitan karena ini baru pertama kali belajar tari bali. Mulai dari tempo, irama musiknya yang berbeda dengan tempo tari asal saya Jambi,” ujar Variel. Namun ia tak patah semangat. Karena ia melihat peserta lainnya, dari yang berusia 5 tahun hingga yang telah kuliah di perguruan tinggi, pun berlatih dengan tekun.

Mengenal seniman dan warga desa setempat dan sekitarnya, memberi pengalaman berbeda dari tempat asal peserta BBM. Alisha yang tumbuh di ibu-kota, Jakarta, begitu menikmati mendapat kesempatan untuk melihat langsung pertunjukkan kesenian dan budaya Bali. Citra Bali dalam  upacara adat selama ini hanya biasa ia temukan di Internet dan buku pelajaran.

Para peserta saling mengenal dan  menerima kehidupan budaya yang harmonis. Bagi Revando Syahaqul Husna, 17 tahun, akan mengenang budi-baik para seniman dan seniwati yang membantunya selama berproses di Sanggar Paripurna.

“Sosok seperti Mbok Erna, Mbok Desy, Mbok Mega, Bli Gunante,  yang baik  membimbing kami. Sabar menghadapai kelakuan saya, yang sangat nakal,” ujar Revando,  yang telah menyisihkan sekitar 300 calon peserta BBM di tempat asalnya, Samarinda, Kalimantan Timur.

Di antara peserta pun, mereka belajar saling menerima dan memahami, karakter masing-masing. Dari yang keras hingga yang yang sensitif,  jadi tahu cara mengontrol emosi di berbagai situasi dan kondisi.

(helmi/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)