Disaster

LINGKUNGAN HIDUP

PN Jaktim Tolak Gugatan Kasus Rawa Tripa

Administrator | Rabu, 11 September 2013 - 09:38:18 WIB | dibaca: 1321 pembaca

Penyelamatan Orang Utan di Rawa Tripa (Foto : ist)

JAKARTA, Parahyangan-Post -  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menolak mengadili perkara gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Surya Panen Subur (SPS). Penolakan itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Suharyono dalam putus an sela perkara di PN Jaktim, kemarin.

“Mengadili dan memutuskan PN Jakarta Timur tidak berhak mengadili gugatan yang diajukan KLH atas PT SPS,” kata Suharyono saat membacakan amar putusannya, yang kami kutip dari Media Inddonesia, Selasa (10/9), sebagaimana dilansir Equatorial.com

Penolakan itu dilakukan karena majelis hakim menilai gugatan salah alamat. PT SPS sebagai tergugat berdomisili di wilayah hukum PN PN Jaksel seperti dibuktikan dengan dokumen di persidangan.

Pada persidangan sebelumnya, PT SPS yang diwakili kedua kuasa hukumnya, Rivai Kusumanegara dan Rico, menunjukkan berbagai dokumen bukti bahwa kliennya berdomisili di wilayah hukum PN Jaksel, tepatnya di Graha TNT, Jaksel. Dalam menanggapi putusan itu, pengacara KLH Alex Sumarna menjelaskan keberadaan PT SPS di Jaksel baru diketahui belakangan.

“Memang alamatnya sekarang di Jaksel, tapi dulu di Jakarta Timur,” papar Alex.

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan KLH Sudariyono menegaskan KLH akan kem bali mendaftarkan gugatan perkara itu di PN Jaksel seusai mencabut gugatan di PN Jaktim. “Kesalahan bukan pada kita karena saat mendaftarkan gugatan itu PT SPS masih berdomisili di Jakarta Timur. Akan kembali kita daftarkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

KLH sendiri melayangkan gugatan senilai Rp302 miliar lebih kepada PT SPS atas dugaan pembakaran 1.200 hektare lahan gambut di Rawa Tripa, Nangroe Aceh Darussalam. Kasus Rawa Tripa itu merebak Maret 2012 silam saat kebakaran hebat menghanguskan belasan ribu hektare lahan konservasi Rawa Tripa. KLH menemukan bukti bahwa kebakaran itu dilakukan dengan sengaja oleh sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang hendak memperluas lahan secara instan dengan pembakaran. Salah satunya, PT SPS. (tim net/eq/pp)










    Komentar Via Website : 1
    obat herbal kanker rahim
    24 Maret 2014 - 09:57:06 WIB
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)