Polkam

Panglima TNI Baru

Pengamat IPI : Tugas Marsekal Hadi Tjahjanto Bersihkan TNI Dari Korupsi

Administrator | Senin, 11 Desember 2017 - 04:02:25 WIB | dibaca: 116 pembaca

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hadi Tjahjanto saat dilantik oleh Preaiden RI Joko Widodo.

Jakarta, parahyangan-post.com–Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini memiliki panglima yang baru usai dilantik oleh Preaiden RI Joko Widodo, Hadi Tjahjanto.

Ada tugas menanti sang panglima yang baru yakni terkait keamanan jelang pilpres 2019 serta isu teroris yang merebak.Hal tersebut dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie ketika dihubungi parahyangan-post.com di kantornya kawasan Kelapa Gading Jakarta,Sabtu Sore, (9/12/2017).

Menurutnya, Hadi pilihan Jokowi right man, right choice, right place, right time (orang yang tepat, pilihan yang tepat, tempat yang tepat, waktu yang tepat), bersih, ideal dan getol terutama dalam pemberantasan korupsi. Memang ini adalah penilaian utama Jokowi mengangkat beliau.

"Saya yakin ditangan pak Hadi, TNI akan lebih berjaya lagi. Hadi memutus rantai dimana wakil dari angakatan udara (AU) bisa menjadi panglima. Lantaran selama ini selalu dikuasai oleh angkatan darat dan laut," tuturnya.

Lanjut kata Jerry, sejak TNI dibentuk dulu masih menggunakan istilah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yakni di era Urip Sumaharjo, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Angkatan Perang (Mayor Jenderal TB Simatupang), ABRI tercatat hanya 2 kali, Panglima TNI dijabat oleh angkatan udara (AU) yakni, Marsekal TNI Joko Suyanto dan Marsekal Hadi.

Sedangkan, ada 15 panglima dari angkatan darat yang pernah menduduki posisi tersebut.

Harusnya ucap Jerry, harus ada rolling jangan monoton angkatan darat melulu. Ini akan terjadi kesenjangan dan tidak imparsial.

"Begitu pula angkatan laut hanya ada Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto serta Laksamana Agus Suhartono. Jadi ke depan giliran angkatan laut di posisi panglima TNI," tandas dia.

Tantangan ke depan yang harus di hadapinya menurut Jerry yaitu, membersihkan TNI dari praktek politik praktis. Selain itu bagaimana memperkuat pertahanan,  penambahan alutista serta mengatasi intoleransi di Indonesia.

"Pak Hadi harus tegas dari permainan politik anggota TNI, jangan segan-segan memecat. Begitu pun komunikasi  antara angkatan udara, laut dan darat terus kontinyu dilakukan. Jangan lagi ada mismatch (salam paham), misunderstanding (salah  pengertian) serta miscommunication (salah komunikasi) Saling menghargai dan menghormati dan perkuat silahtuhrami," tegas Jerry.

Sementara, the most matter most (hal yang paling utama) ujar Jerry adalah, menyatukan persepsi serta jangan sampai terjadi conflict interest (konflik kepentingan) political interest (kepentingan politik) di lingkup Mabes TNI. (fri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)