Siaran Pers

Transportasi Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program OK-Otrip

Administrator | Kamis, 14 Desember 2017 - 11:05:52 WIB | dibaca: 325 pembaca

Diagram penyesuan tarif OK-Otrip

Jakarta, parahyangan-post.com-Untuk mengurangi biaya transportasi sehari-hari warga dan semakin mendorong penggunaan transportasi publik massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar soft launching program OK-Otrip, yang menerapkan sistem angkutan jalan terintegrasi, mulai dari integrasi rute dan layanan, manajemen, hingga pembayaran. Soft launching program ini dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan  Sandiaga Uno, di Pendopo Balai Kota, Kamis (14/12). Dalam OK-Otrip, pelanggan cukup membayar maksimal Rp 5,000,- untuk satu tujuan perjalanan, sekalipun dengan bergonta-ganti moda dari angkutan kota, kopaja, dan Transjakarta.

Untuk diketahui, dengan program OK-Otrip ini, pelanggan membayar secara non-tunai untuk sebuah perjalanan dengan menggunakan sejumlah moda transportasi massal angkutan jalan dalam durasi maksimal tiga jam perjalanan. Nantinya, manajemen transportasi angkutan jalan di Jakarta akan menjadi satu kesatuan dalam PT Transportasi Jakarta, mulai dari angkutan umum (angkot), angkutan bus sedang, dan Transjakarta.

Uji coba program OK-Otrip akan dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung pertengahan Januari 2018 hingga April 2018. Uji coba dilakukan di empat wilayah kota administrasi Provinsi DKI Jakarta, di antaranya kawasan Jelambar (Jakarta Barat), kawasan Duren Sawit (Jakarta Timur), kawasan Warakas (Jakarta Utara), kawasan Lebak Bulus (Jakarta Selatan).

Area tersebut dipilih selain karena merupakan kawasan padat penduduk yang belum terjangkau oleh layanan angkutan umum, juga karena rute yang melintasi banyak fasilitas umum, lebar jalan lingkungan lebih dari lima meter, overlap  rute angkutan umum kurang dari 20 persen, serta terhubung dengan feeder dan koridor Transjakarta. Adapun implementasi OK-Otrip untuk se-DKI Jakarta ditargetkan telah terintegrasi pada tahun 2020.

Tarif Promo

Konsep bertransportasi mudah dan murah memang menjadi sorotan dalam program OK-Otrip. Melalui one man one ticket, satu tiket hanya diperuntukkan bagi satu orang atau tidak dapat digunakan secara bergantian dengan orang lain, baik itu hanya sekedar tap in dan tap out seperti yang selama ini dijalankan oleh PT Transjakarta, maupun dipinjamkan ke orang lain saat kita sedang tidak menggunakannya. Sistem One Man One Ticket ini akan diimplementasikan di seluru halte Transjakarta mulai 22 Desember 2017.

Sekalipun nantinya pelanggan cukup membayar maksimal 5.000 rupiah untuk satu tujuan perjalanan, untuk semakin mendorong penggunaan transportasi massal, akan ada pemberlakuan tarif promo yakni maksimal 3.500 rupiah selama tahap uji coba berlangsung (tiga bulan). Seluruh pembayaran menggunakan sistem non tunai berupa Kartu OK-Otrip yang bisa didapatkan di halte Transjakarta dan outlet yang bekerja sama dengan Transjakarta.

Dengan biaya tersebut, warga dapat berganti sejumlah moda transportasi umum, mulai dari angkot, Kopaja/Metro Mini, hingga Transjakarta.

Jika dalam waktu tiga jam penumpang belum menyelesaikan perjalanannya dan masih harus berpindah moda transportasi lainnya, maka saat tap in di moda transportasi berikutnya akan dikenakan tarif sesuai moda transportasi tersebut dan tidak masuk dalam hitungan tiket terusan (seolah memulai perjalanan dari awal).

Misalnya, penumpang hendak bepergian menggunakan Metro Mini, lalu menyambung dengan Transjakarta, dan mengakhiri perjalanan dengan angkutan umum (angkot). Jika waktu tempuh perjalanan penumpang di Metro Mini dan Transjakarta telah melampaui batas tiga jam, maka saat hendak menaiki angkot dan tap in, penumpang akan dikenakan tarif angkot tersebut, lantaran melebihi tarif tiket terusan selama tiga jam.*** (rls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)