Edukasi

#SAAJA

Pelepasan Siswa Siswi Sekolah Alternatif Anak Jalanan TA 2018-2019

Administrator | Minggu, 30 Juni 2019 - 06:51:15 WIB | dibaca: 221 pembaca

Pelepasan Siswa Siswi Sekolah Alternatif untuk Anak Jalanan (SAAJA) (sumber foto : Agus/pp)

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) – “Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2018 – 2019 telah selesai,  hal ini sebagai bentuk apresiasi dari YPaRaM (selaku lembaga yang menanungi sekolah),  kepada siswa – siswi Sekolah Alternatif untuk Anak Jalanan (SAAJA) untuk mengadakan acara pelepasan siswa – siswi SAAJA,” demikian salah satu point yang di sampaikan Agus Supriyanto, selaku Pembina SAAJA.

Lebih lanjut Agus juga menyampaikan bahwa ini agenda rutin tahunan SAAJA, selain apresiasi juga untuk memberikan motivasi kepada siswa – siswi SAAJA  agar dapat lebih giat belajar untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka.

Sementara itu, Kristina Iin Dwiyanti selaku Kepala Sekolah SAAJA mengatakan bahwa, siswa-siswi ini telah menyelesaikan pendidikan di SAAJA selama 1 – 2 tahun untuk TK.

Melalui kegiatan ini diakui Kristina, selain untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada para siswa/siswi juga untuk menjalin keakraban baik antara orang tua, guru, dan para pengurus yayasan, sekolah,  relawan, serta lingkungan sekitarnya.

“Semoga suatu waktu nanti mereka dapat kembali memakai baju toga ini, tentunya pada saat meraih pendidikan yang lebih tinggi dan dapat meraih impian serta cita-cita mereka dimasa depan,”jelas Kristina Iin Dwiyanti.

Selain acara pelepasan dan pemberian apresiasi kepada siswa – siswi, dalam acara tersebut juga dirangkai dengan berbagai kegiatan kreatif lainya. Salah satunya adalah mendongeng yang di sampaikan oleh, Miss Pipy Pikobol. Melalui kegiatan mendongen ini selain untuk menghibur anak-anak juga untuk memberikan edukasi positif serta merangsang daya kreatifitas bagi anak-anak.

“Saya mengedukasi anak-anak, menyampaikan ilmu, melalui drama dan cerita serta dongeng, dengan demikian justru akan lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak,”ujar Miss Pipy Pikobol, sembari tertawa.

Salah satu tamu yang hadir, dan enggan disebutkan jati dirinya, kepada media ini, juga sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kesan dan pesanya, bahwa baik guru, siswa/siswi selalu terbuka dan siap untuk menerima ilmu dari siapa saja, serta ramah kepada semua termasuk kepada para relawan.

Sekolah Alternatif untuk Anak Jalanan (SAAJA), berada di bawah naungan yayasan YPaRaM, Sabtu (29/06) mengadakan acara Pelepasan siswa/siswi SAAJA Tahun ajaran 2018 – 2019 bertempat di Taman Belakang SAAJA di Samping Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina SAAJA, Agus Supriyanto, Kepala Sekolah, Kristina Iin Dwiyanti, pengurus, guru, orang tua, para donatur, relawan  Komunitas Jakarta Bahagia, serta tamu undangan lainya.

Puluhan siswa/siswi mengenakan toga, layaknya para mahasiswa/mahasiswi yang akan di wisuda, mereka adalah anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikanya di SAAJA dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka berbaur dengan anak-anak lain yang ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga suasana menjadi begitu riuh dan ramai.

Sekolah Alternatif untuk Anak Jalanan (SAAJA) saat ini menempati gedung yang berada di lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berdiri berpuluh tahun lalu dibawah pengelolaan yayasan YPaRaM, terus konsisten untuk mengadakan kegiatan belajar-mengajar bagi anak – anak kurang mampu yang ada disekitar lokasi. Mereka yang belajar disini rata-rata dari keluarga dengan berabagai latar belakang, yang pada umumnya dari kalangan kurang mampu.

Untuk jenjang pendidikanya sendiri, mulai dari PAUD, TK, SD, dan program paket (A,B,C), dan jug menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Belajar, serta bekerjasama dengan Yayasan Assudawiyah untuk jenjang sekolah dasar (SD). Jadi jangan dibayangkan bahwa fasilitas sekolah yang ada di SAAJA ini terpenuhi, ruang kelas seadanya, bahkan tidak jarang para siswa belajar di bawah pohon dibelakang halaman dengan menggelar tikar, seperti apa yang terlihat dalam kegiatan acara ini, mereka juga lesehan dengan fasilitas seadanya.  Sedangkan untuk  tenaga guru dan para pengajarnya juga dari para relawan yang bersedia dan ikhlas mengabdikan diri untuk berbagai kepada sesama di SAAJA ini.

“Iya, ini kan sekolah Alternatif, khususnya untuk anak-anak jalanan yang ada di Jakarta. Misi dan visi kami, tidak ingin ada anak-anak di Jakarta, gara-gara tidak ada biaya terlantar pendidikanya, tidak sekolah. Di SAAJA ini kami ingin menjadi solusi untuk pendidikan anak, bagi siapa saja, tanpa pandang bulu. Kami menjalin mitra dengan berbagai pihak untuk terselenggaranya kegiatan pendidikan alaternatif di SAAJA ini. Alamdulillah, saat ini kami juga mendapat support dan dukungan dari Komunitas Jakarta Bahagia, untukberbagai kegiatan, “pungkas Agus Supriyanto, selaku Pembina SAAJA seraya menutup perbincangan.


(ratman/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)