Nusantara

Serial Dialouge

Muslim Youth Forum dan PB PII Adakan Diskusi dan Buka Bersama Duta Besar Azerbaijan

Administrator | Jumat, 25 Mei 2018 - 09:45:28 WIB | dibaca: 308 pembaca

Duta Besar Azerbaijan berjabat tangan dengan Mohammadh Anthoni, Pendiri dan Mantan ketua Persaudaraan Jurnalist Muslim Indonesia (PJMI), Saat Acara Diskusi dan Buka Bersama di Kediaman Duber Azerbaijan, Kamis (24/05/208) (sumber foto:ist)

JAKARTA, Parahyangan-post.com -  Muslim Youth Forum on Internasional Issues bekerjasama dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia mengadakan diskusi dan buka puasa bersama dengan Kedutaan Azerbaijan, Kamis (25/05/2018), di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. 

Selain dihadiri oleh jajaran Muslim Youth Forum dan PB PII, acara tersebut juga dihadiri oleh kalangan akademisi, jurnalist dan para penggiat yang selama ini menekuni kajian hubungan internasional, serta jajaran dan staf Kedutaan Azerbaijan. 

Dr. Tamerlan Garayev selaku Duta Besar Azerbaijan sekaligus sebagai tuan rumah dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa kegembiraanya dan bangga kepada para pemuda Indonesia. Dubes Azerbaijan yang sudah bertugas di Jakarta selama kurang lebih sembilan tahun, mengeaskan pentingnya peran pemuda sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan keberadaan Bangsa Indonesia kedepan. 

Lebih lanjut Tarmelan Garayev memberikan semangat agar para pemuda yang tergabung dalam Muslim Youth Forum dan PB PII harus terus mempersiapkan diri dengan pendidikan sebagai penunjang masa depan. Peran pendidikan dalam Islam dan ayat pertama yang diturunkan berbunyi ‘iqro’ yang berarti bacalah dan membaca merupakan aktivitas utama dalam kegiatan ilmiah, jelas Dubes Azerbaijan. 

Disisi lain Duta Besar Azerbaijan, Tamerlan Garayev menguraikan perjalanan panjang sejarah beridirinya Azerbaijan, sejak 28 Mei 1918. Azerbaijan juga pernah dijajah oleh Uni Soviet dan mendapatkan kemerdekaanya setelah berjuang selama 71 tahun lamanya. 

Belum lama ini Kedutaan Azerbaijan di Indonesia, lanjut Tamerlan Garayev merayakan 100 tahu kemerdekaanya. Makna 100 tahun tersebut, selain merayakan kemerdekaanya, juga untuk memperingati tahun lahirnya parlemen, hak pilih perempuan dan pasukan bersenjata. 


Azerbaijan merupakan salah satu negara yang pertama kali menerapkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di bidang politik. Perempuan Azerbaijan sejak puluhan tahun lalu sudah diberikan hak politik untuk ikut memberikan suaranya dalam penentuan kebijakan negara termasuk dalam pemilu. 

Indonesia menjadi negara terbesar kedua di antara mitra dagang luar negeri Azerbaijan. Dubes Garayev menyebutkan Bahasa Indonesia diajarkan di Universitas Bahasa Azerbaijan dan juga mendirikan pusat olah raga bela diri asal Indonesia, Pencak Silat
.

Dr. Tamerlan Garayev mengaku telah berkeliling ke berbagai belahan dunia, namun yang sangat begitu tersekan adalah di Indonesia, Islam begitu berkembang di sini beriringan dengan nilai-nilai demokrasi, jelasnya.

(ratman/pp)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)