Ekbis

Seleksi BPKH

Mulya: Dana Haji Bisa Digunakan Untuk Membiayai Proyek

Administrator | Jumat, 20 Januari 2017 - 07:31:01 WIB | dibaca: 494 pembaca

DR. Mulya E. Siregar, Ketua Pansel BPKH. (foto lutan)

Jakarta, parahyanganpost.com Ketua Panitia Selekasi  Badan Pengelola Keuangan haji (BPKH) DR. Mulya E. Siregar mengatakan dana haji nantinya bisa dikelola dan diivestasikan untuk membiayai proyek-proyek  yang bisa memberikan nilai kemanfaatan (keuntungan)  lebih banyak. Hal tersebut dikemukakan  usai rapat panitia  Pansel  di  Operation Room Kemenag RI , Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta Pusat, Kamis 20/1.

“Selama ini  dana haji  hanya bisa diinvestasikanuntuk membeli surat utang Negara (Sukuk) karena payung hukumnya  memang hanya memperbolehkan  untuk itu,” tegasnya.

Dengan pembentukan BPKH, tambah Mulya yang juga Deputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini, dana haji  nantinya akan dikelola secara professional, akuntabel, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, sehingga bisa diinvestasikan untuk membiayai proyek-proyek pemerintah yang keuntungannya jauh lebih banyak ketimbang hanya membeli Sukuk

“Namun, sesuai amanah undang-undang penempatan dan investasi  dana haji harus sesuai dengan keuangan syariah,” tambahnya.

Hingga saat ini sudah  mendaftar sebanyak  185 orang untuk posisi  Anggota Badan Pengawas dan Badan Pengelola. Pendaftaran dibuka sejak 16 Desember 2016, dan sudah diperpanjang satu kali.

Pansel nantinya akan memilih 10 orang untuk posisi badan pengelola dan 10 orang untuk posisi badan pengawas. Nama ini akan diajukan ke presiden untuk memilih masing-masing 5 orang.

“Untuk  masing-masing posisi akan diisi oleh 5 komisionar dan ditambah 2 orang sebagai wakil pemerintah (ex officio). Paling lambat, hasilnya akan diumumkan bulan Juli nanti,” tambah Mulya.

Sementara itu anggota Pansel dari unsur ulama Prof. DR. H. Din Syamsuddin meminta masyarakat mempercayai hasil kinerja pansel untuk memiliih komisioner yang benar-benar berkualitas, amanah dan mempunyai kompentensi tinggi dalam mengelola uang haji yang jumlah saat ini mencapai 80-an triliun, dan pertumbuhanya tiap bulan  cukup tinggi.

“Yakinlah kepada kami bahwa kami akan memilih orang-orang yang amanah dan berintegritas untuk mengelola uang umat ini,” pintanya.*** (lutan)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)