Edukasi

MENYUSUN RPP DALAM PROSES PEMBELAJARAN, PENTINGKAH?

Administrator | Jumat, 13 September 2019 - 16:41:06 WIB | dibaca: 318 pembaca

Dony Purnomo Seorang Pengajar SMAN 1 Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah (sumber foto : dok pribadi/pp)

Oleh: Dony Purnomo 
Seorang Pengajar SMAN 1 Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah

Salah satu tugas guru adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada awal tahun pembelajaran. Secara umum RPP merupakan rencana yang menuangkan pengorganisasian proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan. Idealnya rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat oleh guru sebelum melakasanakan proses pembelajaran. Realitanya di lapangan RPP yang disusun oleh guru hanya mengedit dan meng copy paste dari internet sehingga tidak sesuai dengan hakekat RPP yang sebenarnya. 

Pemahaman yang berkembang saat ini dikalangan guru mengenai RPP bukanlah hal yang penting karena didasari oleh beberapa hal diantaranya; 

Pertama, RPP yang diharapkan oleh pemerintah selalu berubah-ubah. Kini perkembangan RPP yang dikendaki oleh pemerintah senantiasa berubah. Satu model RPP belum dikuasi dan diterapkan oleh guru sudah berganti dengan model RPP yang lainnya. 

Kedua, RPP hanya sebatas kelengkapan administrasi. RPP yang berkembang menuntut guru untuk melakukan pembelajaran yang
perfect sehingga jika tidak sesuai dengan acuan RPP yang diinginkan oleh pemerintah terkesan RPP yang dibuat adalah RPP yang salah sehingga RPP yang disusun tidak digunakan karena meyesuaikan kondisi lingkungan saat proses pembelajaran. 

Ketiga, RPP di Indonesia terlalalu
ruwet. Menurut panduan RPP yang ditentukan oleh pemerintah RPP yang diminta terlalu banyak komponennya. Ketika melihat lesson plan dari negara lain lebih ringkas sehingga tidak membebani guru dalam hal adminsitrasi. 

Pemahaman guru mengenai RPP di atas perlu dijembatani dengan memahami hakikat RPP yang sebenarnya. Jika merujuk Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menjelaskan bahwa salah satu tugas keprofesionalan guru adalah kewajiban untuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi pembelajaran. 

Hal tesebut diperkuat oleh Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yang menjelaskan secara jelas bahwa setiap pendidik wajib menyusun RPP secara sistematis dan lengkap agar pembelajaran berlangsung secara interkatif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemadirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 

Hakikat sebuah pembelajaran terletak pada perencanaan, proses dana hasil belajar. Untuk mencapai proses pembelajaran yang baik diperlukan perencanaan yang baik. Kualitas perencanan akan menetukan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran. Guru yang kurang memiliki perencanaan matang akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang baik karena tidak memiliki acuan yang jelas dalam proses pembelajarannya. 

Bagi guru profesional membuat RPP merupakan hal yang penting. Melalui perencanaan yang sistematis, guru dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik dan meciptakan pembelajaran yang dapat mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga kompetensi dapat tercapai. Semoga hal ini disadari oleh para guru di Indonesia. (*)


 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)