Ekbis

Penafsiran Kode (Decoding) dalam Aktivitas Pembayaran:

Menjadikan transaksi hanya dalam sekejap mata

Administrator | Sabtu, 24 Desember 2016 - 17:39:18 WIB | dibaca: 1096 pembaca

Menggesek (swipe), menempelkan kartu (tap), dan memindai (scan) telah menjadi sebuah cara yang cepat dan efisien untuk bertransaksi. Walaupun lebih cepat daripada kedipan mata, para pengguna sulit untuk mengerti proses canggih di balik aktivitas tersebut guna memastikan adanya transaksi yang mulus dan aman.

Jakarta, 21 Desember 2016 – Setiap harinya, konsumen dari seluruh dunia menggunakan berjuta-juta kartu kredit, debit, dan prabayar untuk melakukan transaksi elektronik. Konsumen saat ini cenderung memilih melakukan pembayaran dengan cara lain selain uang tunai, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna kartu nir kontak (contactless) di Asia Pasifik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year).

 

Menggesek (swipe), menempelkan kartu (tap), dan memindai (scan) telah menjadi sebuah cara yang cepat dan efisien untuk bertransaksi. Walaupun lebih cepat daripada kedipan mata, para pengguna sulit untuk mengerti proses canggih di balik aktivitas tersebut guna memastikan adanya transaksi yang mulus dan aman.

 

Dalam kejadian yang sangat jarang terjadi, yaitu pada saat terjadi kesalahan pada proses pembayaran, orang baru mulai memikirkan bagaimana proses sebuah kartu bekerja pada proses pembayaran.  Pada kenyataannya, banyak hal dilakukan saat Anda menggesek kartu Anda, dan teknologi backend yang memungkinkannya untuk menjalankan berbagai aktivitas checks dan balances sangatlah menarik untuk diketahui.

Di saat Anda memberikan kartu Anda untuk melakukan pembayaran di sebuah toko/merchant, otentikasi merupakan langkah pertama dari proses ini. Hal tersebut meliputi verifikasi identitas pembayar, dan keaslian kartu pembayaran. Setelah itu, transaksi tersebut dikirim untuk otorisasi oleh bank yang mengeluarkan kartu pembayaran. Menariknya, langkah ini terjadi hanya dalam waktu 130 milidetik!

 

Setelah langkah pertama selesai, bagian utama kedua dari proses transaksi, yakni kliring (clearing) dan proses penyelesaian akhir transaksi pembayaran (settlement), akan dilakukan. Sebuah langkah tambahan dari perlindungan pembayaran, fase ini dapat memakan waktu hingga dua hari setelah pembelian dilakukan, untuk memverifikasi entitas berbeda yang terlibat dalam proses pembayaran. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda tidak perlu berada di toko tersebut selama dua hari, karena seluruh proses ini dilakukan di belakang layar (backend).

 

Pada waktu kita menerima tagihan, informasi kartu pembayaran yang diterima telah menjalani berbagai proses pemeriksaan (checks dan balances) untuk memastikan bahwa tagihan yang diterima adalah akurat.

 

Perlindungan untuk Aktivitas Pembayaran Anda

 

Sebagian besar dari kewajiban pembayaran berada di pundak para pemegang kartu. Selain rangkaian proses multi-check yang dilalui oleh daftar rincian pembayaran Anda untuk memastikan keamanan transaksi, kita juga bisa melindungi diri kita sendiri dengan cara-cara berikut:

1.       Apabila kartu pembayaran Anda sempat jatuh ke tangan yang salah, sangatlah mudah untuk memblokir kartu Anda lewat telepon. Ini dapat mencegah Anda untuk dikenakan tagihan apabila Anda dapat membatalkan kartu sebelum fase settlement! Dan walaupun Anda tidak dapat menelpon pada waktunya (timeline), jangan resah. Anda selalu dapat mengajukan refund apabila ada pembiayaan yang tidak sah. Apabila bank Anda menawarkan layanan notifikasi transaksi melalui SMS, pastikan Anda mendaftarkan diri untuk hal tersebut.

 

2.       Chip EMV, (chip metalik berbentuk persegi panjang yang ada di bagian depan kartu Anda) di mana hampir seluruh kartu telah dilengkapi dengan chip tersebut, memberikan lapisan keamanan tambahan di proses backend. Bagaimana bisa? Chip tersebut mengirimkan kode unik dan singkat kepada para pedagang (retailer). Hal Ini mencegah para hacker untuk mengakses kartu Anda, membawa keamanan transaksi Anda ke level yang lebih tinggi.

 

3.       Ke depannya, selain dengan tanda tangan dan pin, metode otentikasi pembayaran biometrik yang hanya dimiliki oleh diri Anda sendiri akan menjadi semakin populer. Kata sandi (password) yang unik dan kompleks adalah hal yang paling kuat untuk mencegah dan melawan penipu yang berusaha menirunya.

 

Kini untuk semakin menjaga keamanan transaksi pembayaran Anda, Anda harus selalu memperhatikan segala perbedaan di riwayat transaksi Anda. Dan ketika suatu saat Anda menggesek atau menempelkan kartu Anda, cobalah visualisasikan lapisan otentikasi yang harus dilalui oleh detail pembayaran Anda. Sebelum Anda mengetahuinya, ‘Persetujuan’ Anda telah menunggu Anda di tempat pembayaran!

(ratman/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)