Opini

opini

Mengawal Pilkada Jabar, Oleh: H. Ismail Lutan*

Administrator | Rabu, 05 April 2017 - 12:14:26 WIB | dibaca: 371 pembaca

Tahun depan Jawa Barat (Jabar) akan mencari pengganti Ahmad Heryawan sebagai gubernur. Beberapa nama sudah mulai mencuat ke permukaan, baik yang didukung partai maupun yang masih mencari partai pendukung. Diantaranya Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Rieke Diah Pitaloka dan Netty Prasetiani (isteri gubernur sekarang).

Diantara nama-nama itu hanya Rieke atau calon dari  PDI-P lainnya yang bisa melenggang tanpa berkoalisi karena  memiliki 20 dari 100 kursi di DPRD Jabar, atau 20%.  Sementara yang lain harus mencari mitra, termasuk Ridawan Kamil yang diusung Nasdem. Nasdem cuma memiliki 5 kursi. Begitu juga Dedi Mulyadi ketua DPD Golkar Jabar dan Bupati Purwakarta saat ini. Golkar hanya memiliki 17 kursi.

*

Pemilihan Gubernur Jabar tentu akan sangat seru, mengingat negeri ‘urang kabayan’ ini memiliki potensi besar dalam pembangunan NKRI,  baik dalam jumlah penduduk, pendapatan asli daerah, budaya maupun destinasi wisata. Artinya gemericing apa pun yang bergetar di tatar Parahyangan ini akan menggerakkan banyak orang di daerah lain untuk ikut bersenandung. Maklum daya pikat  Paris van Java  sangatlah kuat, menarik dan unik.

Media ini sangat berkepentingan agar Pilkada Jabar berlangsung aman, tertib, damai dan lancar. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah tokoh terbaik  yang akan memajukan Jawa Barat. Makanya sejak awal, media ini akan mengawal agar semua proses berjalan lancar, sesuai aturan, prosedur dan tentunya undang-undang yang berlaku.

Media ini tidak akan  membiarkan Pilkada Jabar seperti Pilgub DKI yang kotor, jorok, penuh intrik dan kebencian. Semua cara untuk menang, seperti yang diungkapkan Filsuf Italia Machiavelli telah digunakan oleh kedua kubu yang berlaga, apakah dari pihak Ahok maupun Anies.

Yang paling mencemaskan adalah isu agama yang kemudian menyuburkan kebencian antar suku, ras dan antargolongan, yang  semakin meruncing, menajam dan merendahkan martabat orang-orang beragama itu sendiri. Seolah-olah pilkada Jakarta  adalah segalanya bagi mereka.

Orang yang terbawa arus Pilkada Jakarta dengan sangat gampangnya membenci, menfitnah dan mengkafirkan orang lain. Sungguh menyedihkan.

*

Media ini tidak akan membiarkan hal itu terjadi di tempat di mana media ini berkhidmat. Kami yakin seluruh masyarakat Sunda dengan kearifan lokalnya yang luhur, santun dan ramah juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Maka media ini mengajak seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pilkada ini,apakah sebagai pemilih, tim sukses  atau yang akan dipilih untuk menjaga marwah Pilakada Jabar dengan kearifan lokal budaya  Sunda yang adi luhur.***

 

*Pemimpin Umum parahyanganpost,  cetak &online  










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)