Opini

Kolom Ismail Lutan

Mendadak Miskin

Administrator | Senin, 06 Agustus 2018 - 15:02:06 WIB | dibaca: 537 pembaca

Banyak yang mendadak-dadak di republik kita yang tercinta ini, seolah-olah semua terjadi secara kebetulan. Atau memang dibuat seperti kebetulan. Padahal tidak betul!

 

*

Terakhir yang membuat kita tercengang dan urut dada adalah, banyaknya orang tua yang mendadak miskin saat akan mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri!  Kemiskinan mereka dibuktikan dengan Surak Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Dan dengan modal surat miskin itulah mereka melenggang bangga memasukkan anaknya ke sekolah.

Jumlah orang tua yang mendadak miskin ini luar biasa banyaknya, bahkan di Semarang, Gubernurnya yang ganteng,  dan  baru saja terpilih untuk jabatan kedua, Ganjar Pranowo ,sampai-sampai turun ke kantor desa dan kantor RW-RT mengecek kebenaran surat miskin yang mereka keluarkan.

Temuannya adalah: surat yang diberikan itu benar, namun substansinya tidak benar. Ada kepala desa yang mengatakan, ia tahu warganya itu tidak miskin, tapi ia ikhlas memberikan surat miskin, hanya sekadar untuk menolong.

Ya, jujur…. Hanya sekadar untuk menolong. Bahkan sang kepala desa berani sumpah, dia  tidak minta uang pelican seperak pun untuk pertolongannya itu.

Luar biasa! Keikhlasan yang luar biasa dari seorang kepala desa.

 

*

Ramai-ramainya orang tua mendadak miskin karena dalam Sitem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2081 yang dikeluarkan Menteri  Pendidkan dan Kebudayaan Pak Muhadjir Effendy. Dalam kebijakannya itu, Sekolah Negeri wajib menerima siswa miskin minimal 20%.  Syarat mutlak dari kemiskinan itu adalah, ya itu tadi. Harus ada SKTM yang dikeluarkan kelurahan/desa!

Maka berlombalah mereka mengantongi SKTM, yang terkadang lupa pada penampilan. Misalnya saat mendaftarkan anaknya , mereka datang dengan mengendarai mobil pribadi. Perhiasan emas yang menempel di badannya pun cukup mencolok. Pokoknya, wah… lah!

Maka tentu saja banyak pihak yang gusar, terutama orang-orang yang benar miskin dan terampas hak pendidikan anaknya. Mereka pun menyumpahi dan mendoakan agar orang-orang kaya yang mendadak  miskin itu, benar-benar jatuh miskin.

Doa mereka itu diamini banyak orang, tak terkecuali oleh Menteri Muhadjir sendiri yang marah karena kebijakannya itu disabotase: “Doa orang teraniaya itu pasti dikabulkan Allah. Mudah-mudahan saja mereka benar-benar jatuh miskin,” ujar Muhadjir saat melakukan sidak ke sejumlah sekolah.

Nah, gimana. Apakah kita ikut-ikutan mengamini doa mereka?

Eit… tunggu dulu. Jangan terlalu apatis. Ada kabar  menggembirakan dari  Menteri Keuangan kita yang cantik Ibu Sri Mulyani. Beliau mengatakan (dengan mengutip data BPS)  saat ini jumlah orang miskin di Negara berada pada titik paling rendah, yakni  26,58 juta orang  atau 10,12 persen saja.

Kalau orang miskin semakin sedikit tentu orang kaya semakin banyak.

Nah, daripada mengamini doa yang tidak benar, baiknya kita tunggu saja  kabar dari orang-orang  mendadak kaya. Manatahu kita juga kecipratan!

Jadi kaya mendadak… apalagi kalau bisa sebelum Pilpres 2019 ini ha,ha,ha…***










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)