Seni Budaya

#SeniPertunjukan

Mencari Sosok Toean Besar Yang Misterius

Administrator | Sabtu, 21 September 2019 - 08:39:50 WIB | dibaca: 183 pembaca

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) -- Program Indonesia Kita kembali mementaskan lakon terbarunya dengan tema tema Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan yang menjadi benang merah dari pentas pentas yang diselenggarakan sepanjang tahun 2019 ini. Didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, Indnesia kita mencoba merefleksikan tema ini melalui lakon “Toean Besar” yang digelar pada 20 – 12 September 2019 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Ketika jalan kemanusiaan direflksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita, maka semakin terasa relevan untuk mengajak, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampui sekat dan batas-batas suku, agama, dan oreintasi politik,” ujar Butet Kartaredjasa, penggagas Indonesia Kita.

Lakon Toean Besar mengisahkan kasak-kusuk yang sedang terjadi di alam istana di sebuah negeri. Ad kabar beredar, seseorang yang disebut-sebut sebagai “Toean Besar” akan datang. Kabar ini membuat panic banyak orang, dari bawahan sampai Kepala Istana dipenuhi kesibukan bercampur rasa penasaran. Toean Besar adalah seseorang dengan sosok yang misterius. Ada yang mengatakan, Toean Besar adalah orang yang super kaya dan mau menggelontorkan modalnya untuk kepentingan rakyat. Ada pula yang menambahkan, Toean Besar itu, selain kaya raya, juga ganteng dan bertubuh besar.

Mendengar namanya disebut saja, sudah membuat banyak orang di lingkungan istana sigap dan ingin mengambil kesepatan untuk bertemu, meskipun hanya untuk berfoto bersama. Siapa sebenarnya Toean Besar, tak ada yang benar-banar mengetahui. Namun kasak-kusuk yang berlangsung akhirnya memicu timbulnya sikap saling mempengaruhi dan perilaku juga ikut berubah. Bermacam intrik dan kekonyolan mulai terjadi. Untuk bisa bertemu Toean Besar, ada yang mengubah penampilan agar status social meningkat, ada pula yang nekat menyamar dan mengaku-aku dirinya sebagai Toean Besar.

“Ketika orang mulai mnegubah diri, tak hanya gaya dan penampilan, tetapi identitas diri dan sikap juga berubah. Ada yang semula bermusuhan berubah menjadi berteman, ada pula yang tadina kompak, tiba-tiba menikung begitu melihat peluang. Mereka akhirnya saling berohong dan saling menipu.

Lakon ini menggambarkan kejadian marak terjadi di masyarakat kita saat ini dimana banyak orng mengahalalkan berbagai jalan untuk mencapai tujuanya sendiri. Meskipun demikian, Indonesia Kita yang selalu membawa pesan “Jangan Kapon Menjadi Indonesia,” ujar Agus Noor, sutradra lakon ini.

Pementasan Toean Besar ini menampilkan para penari dan Josh Marcy Company yang diiringi Jakarta Street Music dengan penata music Arie Pekar. Para pemain seperti ak Lontong, Marwoto, Akbar, Mucle, Inaya Wahid, Amie Ardhini, Putri Minangsari, Wisben, JOned, Boris Bokir, Abdur Arsyad, dan Joind Bayuwinanda sukses menghibur sekaligus mengajak penonton berpikir lebih dalam akan makna pementasan ini.

Ada yag spsesial di lakon ini yaitu penampilan para wartawan dari beberapa media nasional yang ikut tampil dalam pentas Toean Besar ini seperti Al Sobry, Benny Benke, Budi Adiputro, Dwi Sutarjantono, dan Erin Metasari. Bersama actor dan comedian, para wartawan ini berkolaborasi dalam pentas ke 33 Indonesia Kita denga arahan tim kreatif Butet Kartaedjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Putu Fajar Arcana.

“Dalam berbagai pementasanya, Indonesia Kita senantiasa memberikan kontribusi untuk perkembangan ide, cerita-cerita dan nilai kehidupan manusia melalui pementasan seni yang digelarnya. Pementasan kali ini special karena juga menampilkan beberapa rekan media yang sudah lama berproses dengan Galeri Indonesia Kaya melalui program Wayang Jurnalis yang dinaungi oleh Bhakti Budaya Djarum Foundation. Melalui komunitas ini, kami ingin agar rekan media memiliki pemahaman budaya khususnya seni pertunjukan dan merasakan langsung menjadi pelakon budaya. Seoa dengan kolaborasi bersama Indonesia Kita ini memberikan pengalaman berbeda, baik bagi rekan media yang ikut dalam pementasan ini maupun para penonton,”ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. ** (ratman/PP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)