Polkam

Kampanye 2019

Mardani: Transparasi Permudah Pelaporan Dana Kampanye

Administrator | Selasa, 25 September 2018 - 09:35:26 WIB | dibaca: 100 pembaca

Mardani Ali Sera

Bogor, parahyangan-post.com–Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, mengatakan PKS akan terus berusaha menjadi partai yang terbuka kepada masyarakat soal transparan dan akuntabilitas dana kampanye.

“Institusionalisasi Partai Politik harus dibangun dari Integritas lembaga yang kuat dan PKS siap bisa di buktikan menjadi partai pertama yang melaporkan dana kampaye nya ke KPU,” kata Mardani, Selasa (25/09/2018).

Lebih jauh, eks ketua Timses Anies-Sandi itu mengatakan bahwa hantu dalam sistem demokrasi indonesia adalah masalah money politik.

“Selama uang segalanya dalam kontestasi demokrasi, jangan mimpi indonesia akan menjadi negara yang adil dan makmur,” ujarnya.

Pria kelahiran tanah Betawi itu mengatakan bahwa sudah selayaknya partai politik di indonesia institusi yang bisa dipercaya oleh masyarakat dimulai dari transparan dan akuntabel soal dana kampanyenya.

Inisiator #2019GantiPresiden itu juga mengatakan, selama ini PKS bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk merapohkan perihal pelaporan dana kampanye.

“Kami juga selalu meng update laporan dana kampanye kami tiap tahun di website www.pks.id/laporan-keuangan/” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu berharap Demokrasi di Indonesia kedepan semakin baik dan baik lagi, “Salah satu prinsip utama demokrasi adalah masalah akuntabilitas dan transparansi keuangan serta dana kampanye politik sebagai perwujudan teransparasi kelembagaan,” pungkasnya.

Sebelumnay diberitakan  PKS adalah partai pertama yang  melaporkan dana kampanye awal ke Komisi Pemilihan Umum ( KPU). Dana ditampung di rekening khusus kampanye.

"Total penerimaan yang kami catat sebesar Rp 17 miliar, kemudian pengeluaran Rp 5 miliar, saldo akhirnya Rp 12 miliar," ujar Ketua Umum Tim Laporan Keuangan Pusat PKS, Unggul Wibawa di Kantor KPU.

Dijelaskan pula, saldo dana awal PKS berkurang karena sudah ada pengeluaran sebesar Rp 5 miliar. Dana itu digunakan untuk keperluan pertemuan terbatas, produksi iklan peraga kampanye, dan kebutuhan lainnya.

Untuk laporan awal ini, Unggul mengatakan bahwa rata-rata dana sumbangan dari calon legislatif sebesar Rp 50 juta. Selain melaporkan dana kampanye awal, PKS juga memberikan saran kepada KPU agar sistem pelaporan ke depan bisa lebih baik.*** (pp/rls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)