Nusantara

Kunjungan Pansus DPR RI ke Samarinda

Mardani Ali Sera: Pemindahan Ibu Kota bisa Kontra Produktif

Administrator | Rabu, 25 September 2019 - 12:17:45 WIB | dibaca: 143 pembaca

Pembangunan jalan tol Samarinda, penunjuang Ibu kota baru

Jakarta, parahyangan-post.com – Anggota Pansus DPR RI yang membidangi Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), Mardani  Ali Sera, bersama tim baru saja melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Mereka bertemu dengan Gubernur Kalimantan Timur beserta jajarannya bertanya tentang kesediaan dukungan masyarakat, kebakaran hutan dan lahan, masalah sosial dan peningkatan sumber daya manusia dan lainnya.

Dalam kesempatan itu Mardani mengatakan bahwa pemindahan ibu kota adalah suatu keniscayaan, namun apabila tidak melalui perhitungan dan persiapan yang matang yang, terjadi bukan manfaat malah mudarat.

“Pemindahan Ibu kota negara bila tidak melalui perhitungan dan persiapan yang makan akan berdampak mudarat,” kata Mardani, (24/9).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DRR RI itu mengatakan seharusnya pemerintah tidak grasak-gerusuk membuat kebijakan sebelum membuat perencanaan secara holistik. “Kebijakan pemindahan ibu kota negara ini seharusnya didesain dulu ekosistem intelektual dan indeks kebahagiaan bukan hanya infrastruktur fisiknya saja,” ujar Mardani.

Ketua DPP PKS ini mengatakan  saat ini adalah upaya kita semua (Pemerintah dan DPR) bersama rakyat mengeluarkeluarkan semua akal dan pengalaman kolektif kita sebagai bangsa mewujudkan Ibukota yg mencerminkan cita-cita kolektif bangsa.

Oleh karena itu, Mardani minta perlu adanya Pelibatan institusi pendidikan juga terkait rencana pemindahan ibu kota negara ini untuk meminta masukan, “Sebaiknya kita juga minta pendapak kampus dan para budayawan hingga milenial bisa diinisiasi pemerintah dan jadikan ini edukasi publik,” ujarnya.

Diharapkan melalui pelibatan banyak orang akan makin kaya gagasan IKN Indonesia masa depan , “Misalnya silahkan saja asulkan berbagai gagasan kepada Pansus IKN seperti konsep seperti ‘City In The Forest’ atau ‘City In The Garden’, atau ‘Cultural City’ atau ‘Humanised City’.” Tutur Mardani.

Terakhir, Mardani sudah minta Pemprov Kaltim juga mendisain konsep IKN, “Di pertemuan tadi juga saya minta agar Pemprov Kaltim atau Pemda Kutai Kertanegara dan PPU mulai menggagas disain kota yang compatible dengan IKN masa depan Indonesia,” pungkasnya.*** (pp/rls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)