Ekbis

Semarak Ramadhan

KTWD Selenggarakan Pasar Kaget Romadhon

Administrator | Minggu, 28 Mei 2017 - 13:06:55 WIB | dibaca: 367 pembaca

Para pengurus KTWD (foto HAM)

PARAHYANGANPOST -BANYUMAS. Bagi ummat Islam bulan Romadhon identik dengan bulan pergerakan. Baik gerakan meningkatkan ketakwaan maupun peningkatan produktivitas kerja. Terbukti, tak hanya sibuk meraih keuntungan ukhrowi dengan menjalankan ibadah puasa dan amaliyah lainnya, tapi juga keuntungan secara duniawi dalam bentuk kegiatan ekonomi seperti berjualan aneka kebutuhan buka puasa.

Tanggap pada kondisi itu, Kelompok Tadarus & Wirausaha Darussalam (KTWD) Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Pasar Kagét ke- 8 selama Romadhon. Kegiatan tahunan ini berlangsung mulai Sabtu – Jum’at (27/5- 23/6), setiap hari menjelang Ashar hingga Maghrib, bertempat di halaman masjid Darussalam Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen,Banyumas, Jateng.

 “Kegiatan ini sebagai satu kiat untuk pemberdayaan ekonomi ummat dalam usaha mengelola modal kecilnya  melalui penyediaan   sarana bagi para pedagang dadakan untuk berjualan aneka kebutuhan berbuka puasa dan sahur di bulan Romadhon,” kata Ketua KTWD, Irfan Rifa’i  usai pertemuan dengan para pedagang Pasar Kaget. sebelum acara pembukaan.

Selain itu, lanjut Irfan, diadakannya Pasar Kagét ini untuk mengenalkan kepada masyarakat aneka  produk dagang dan jasa dari para pedagang atau pengusaha di wilayah Kecamatan Pekuncen dan sekitarnya. Bahkan, terbuka pula bagi pengusaha dari daerah lain untuk memasarkan produknya.

Pasar kaget Romadhon juga wujud kepedulian kami terhadap masyarakat  dalam memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan positif  dan mendidik serta bermanfaat,” tandas pemilik layanan jasa Ipank Service.

Kegiatan Pasar Kaget rutin digelar sejak Romadhon 2010. Tempat yang strategis dan representative karena berada di samping ruas jalan alternative Bumiayu- Purwokerto, sehingga mudah diakses masyarakat dari berbagai penjuru di wilayah Kecamatan Pekuncen dan sekitarnya. Hal itu berdampak positif  terhadap animo masyarakat dalam berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa dan sahur. Tersedianya area parkir  kendaraan  yang luas dan aman juga membuat pengunjung pasar kaget merasa nyaman meski harus berdesak-desakan untuk membeli jajanan kesukaan.

“Kegiatan Romadhon berbasis amal kreatif ini sejak pertama diselenggarakan hingga tahun ke delapan selalu dibuka secara resmi oleh pejabat tinggi baik Camat Pekuncen maupun Bupati Banyumas, serta diberitakan di media cetak, on line maupun televisi. Hal itu berdampak positif khususnya bagi pengusaha untuk mempromosikan produk dagangnya,” kata Ketua Panitia pasar Kaget 8, Riyanto.

 Dikatakan, setiap tahun jumlah pedagang yang mendaftar semakin melebihi kuota. Namun panitia hanya mampu menyediakan 30 lapak. Itupun hanya untuk sekitar 25 pedagang. Sebab ada beberapa pedagang yang menyewa dua lapak dijadikan satu.  Ongkos sewa perlapak hanya Rp 200.000 selama sebulan.

“Panitia juga menghimbau kepada para pedagang agar lebih kreatif  dalam menyediakan berbagai macam hasil olahan jajanan untuk berbuka. Agar pengunjung  dimanjakan oleh banyaknya pilihan makanan yang tersedia. Hal itu akan berdampak pada animo masyarakat tanpa merasa bosan karena menu atau jajanan yang tersedia itu-itu saja,” kata  Yanto menganjurkan.

Sukses di Kampung

Seperti dikatakan penggagas berdirinya  Kelompok Tadarus dan Wirausaha Darussalam (KTWD),  Hajid Maududi, kelompok ini perkumpulan para remaja dan pemuda yang semula hanya aktif dalam kegiatan tadarus (baca qur’an secara bersama-sama) di masjid Darussalam Pekuncen juga pengajian  keliling dari rumah ke rumah anggota, setiap malam Rabu sejak tahun 2009. Kemudian meningkat kegiatannya dalam bentuk kegiatan wirausaha. “Tujuannya agar anggota kelompok dapat memiliki satu atau lebih jenis usaha sesuai skill yang dimiliki, sehingga menjadi orang sukses di kampungnya, lantas tidak perlu merantau ke kota besar,”  tandasnya.

Hingga kini bermacam jenis usaha yang dikelola para anggota baik masih tergabung secara aktif maupun pasif dari KTWD antara lain; usaha penjualan busana muslim dan kerudung instan yang melayani kodian maupun eceran, jasa service dan jual beli komputer dan alat elektronik lainnya, warung sembako, pembuatan dan cetak papan nama dan sablon,  pengrajin batako, mebeller dan pertukangan serta, jual beli mobil bekas bahkan jasa penulisan naskah. “Kedepannya kami ingin KTWD meningkat menjadi  badan usaha semacam koperasi selain kegiatan amal,” harap Irfan pemilik layanan jasa Ipank Service. *(Hamidin Krazan).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)