Disaster

KP2C

KP2C MENDAPAT KUNJUNGAN BALASAN TIM PENANGGULANGAN BENCANA PERUMAHAN PPA

Administrator | Selasa, 28 Maret 2017 - 17:53:53 WIB | dibaca: 393 pembaca

Bogor, KP2C/Parahyangan-Post.com - Untuk kali pertama, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) mendapat kunjungan Tim Penanggulangan Bencana (TPB) -  perwakilan warga perumahan Putra Pertiwi Agung (PPA),  Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi (Jawa Barat), Minggu (26/03/2017). Ini merupakan kunjungan balasan setelah Pengurus KP2C berkunjung ke PPA minggu lalu.

TPB Perumahan PPA terdiri dari empat orang, di antaranya terdapat pak Maftuh. Mereka diterima pengurus KP2C yang terdiri atas Penasihat pak Puarman & pak Angling Jaya, Sekretaris bu Ardyanasari, Divisi Humas dan Sosial bu Irna, Divisi Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga pak Sancoyo &  bu Pujiastuti, dan Divisi IT, Web dan Media Sosial pak Uunk.

Pos Pantau Cileungsi dan Pos Pantau Cikeas yang keduanya berada di wilayah Kabupaten Bogor menjadi tujuan dari kunjungan silaturrahmi tersebut.  Sebelum bertolak, rombongan berkumpul di pelataran parkir toko buku Intermedia di VNI 2, Bojongkulur, Kabupaten Bogor.

Dengan mengendarai tiga kendaraan roda empat, rombongan  11 orang itu bertolak menuju Cileungsi pukul 07.30 WIB. Tidak sampai satu jam, rombongan tiba di tempat tujuan, diterima petugas Pos Pantau Cileungsi pak Iyan.

Berbaju hitam dengan kombinasi celana panjang hitam, pak Iyan yang tampak gagah di pagi itu mengantar rombongan menuju lokasi pos pantau. Rombongan harus menapaki lahan luas berbalut tanah dan berbatu, berlekuk-lekuk dan berliku sebelum tiba di bibir sungai,  tempat di mana telemetri (alat pengukur tinggi muka air-TMA) berada. Medan yang rada sulit memaksa  anggota rombongan yang sudah mandi keringat  harus  bahu membahu agar bisa tiba di bibir sungai,  yang ketika itu TMA Cileungsi mencapai 4 cm.

Di bibir sungai, penjelasan pak Iyan bukan sebatas TMA dan sampah yang menggunung dan tersangkut di beberapa titik sungai yang harus dibersihkan olehnya. Tapi pak Iyan juga menjelaskan tentang pencemaran air sungai yang terjadi. Bukan hanya berupa busa putih berbuih. "Diduga ada limbah kimia yang juga dibuang ke badan sungai. Sebab beberapa hari lalu kami mendapati banyak ikan mati dan mabuk. Ada satu ikan seberat 4 kg kami temukan mati. Setidaknya ada dua karung ikan yang berhasil dikumpulkan oleh warga di sini," terang pak Iyan.

Cikeas

Tak sampai satu jam berada di lokasi titik pantau Cileungsi, rombongan selanjutnya menuju lokasi Pos Pantau Cikeas. Perjalanan ditempuh sekitar setengah jam. Kali ini medan yang harus dilalui kendaraan cukup menantang. Mereka harus melewati jalan "setapak" yang basah lantaran habis disiram hujan. Laju mobil pun kadang terasa tergelincir karena licinnya jalan bertanah. Keandalan Innova dan Avanza teruji. Rombongan berhasil melaluinya dengan mudah.

Sesampai di tujuan, rombongan diterima petugas pantau Cikeas mas Ardi. Sejenak semua yang terlibat dalam kunjungan ini menikmati makanan dan minuman ringan yang tersedia di warung dekat pos pantau. Tentu saja tidak gratis.

Satu jam lebih dihabiskan mereka di lokasi ini. Meninjau alat telemetri milik pemerintah, bercengkerama santai hingga berfoto ria mewarnai akhir dari kunjungan TPB perumahan PPA dan pengurus KP2C  di lokasi pos pantau tersebut.

Termasuk ikut dibahas rencana penambahan satu telemetri di seberang telemetri yang sudah ada. Tujuannya agar mudah di pantau. Dengan begitu  petugas pemantau tidak harus membuka pintu gardu pos pantau yang di dalamnya terdapat alat pendeteksi TMA Cikeas milik pemerintah. Sempat juga muncul wacana pemasangan CCTV di seputaran telemetri yang akan ditransmit ke KP2C secara langsung dan real time.

Selepas dari situ, rombongan TPB perumahan PPA yang di dalamnya ada pak Puarman, berpisah dengan rekan-rekan lainnya. Sementara dua mobil lainnya yang ditumpangi Pengurus KP2C beriringan kembali menuju lokasi keberangkatan di VNI 2. Keenam pengurus KP2C itu menyempatkan mampir sesaat makan soto mie di  pinggir jalan.

Apa yang dihasilkan dalam kunjungan itu? "Kami menjadi lebih jelas terkait dengan TMA dan pos pantau. Sehingga ke depan kami lebih bisa paham bila ada sesuatu terkait dengan TMA dan edukasi bahaya banjir," ujar pak Maftuh.

Kunjungan warga PPA ini diharapkan menjadi awal dari kunjungan perwakilan warga perumahan lainnya yang berada di sepanjang aliran sungai Cileungsi dan Cikeas. Itulah keinginan Pengurus KP2C seperti  disuarakan pak Puarman. (SR/Tim KP2C/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)