Nusantara

Kopkar Citra Bekisar Didesak Gelar Audit Investigasi Usai Dituding Kurang Sehat

Administrator | Rabu, 13 November 2019 - 13:34:05 WIB | dibaca: 99 pembaca

gambar : (ilustrasi)

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) -- Kisruh tata kelola Koperasi Karyawan Citra Bekisar Kantor PT Telkom, Tbk Divisi Regional V Surabaya saat ini menjadi perhatian banyak pihak usai diungkap adanya miss manajemen hingga menyebabkan kondisi lembaga itu diberi label kurang sehat.

Seperti yang dilansir melalui Japos.co, saat di Polda Jawa Timur, disebutkan bahwa Koperasi Karyawan Citra Bekisar sudah berdiri sejak tahun 2012, namun diduga tidak sehat, khususnya pada kinerja keuangan koperasi pada 2012-2013 dengan skor 55,34 % dan 55,19%. Skor inilah yang kemudian menurut sumber media tersebut menyebabkan koperasi diberi predikat “Kurang Sehat”, padahal koperasi itu memiliki total aset sebesar Rp. 45 miliar.

“Sejak beberapa tahun terakhir tidak ada Rapat Anggota Tahunan/RAT. Kopkar Citra Bekisar sudah salah urus dan dibiarkan saja terkapar. Pihak pengurus terkesan menghindar dari tanggungjawab. Kantor yang di Jalan Ketintang itu sudah jadi gudang tidak ada aktivitas pengurus,” ungkap sumber dari Japos.

Sumber itu juga menyayangkan sikap dan tanggungjawab dari Ketua Kopkar Citra Bekisar yang dituding seolah lepas tanggungjawab terkait nasib koperasi.

“Saya heran Ketua Kopkar Citra Bekisar Imam Budi Santoso justru terpilih sebagai Sekjen Serikat Pekerja PT. Telkom, Tbk Pusat. Selain Imam, Ketua Umum Sekar Telkom juga kini dijabat oleh Edward Hendra Limarin S yang notabene adalah juga pembica Kopkar Citra Bekisar. Keduanya adalah pejabat di PT. Telkom Divre V Surabaya. Bagaimana dia bisa mengurus organisasi yang lebih besar bila mengurus koperasi saja dilevel daerah mereka tidak mampu. Perlu audir investigatif untuk membongkar miss management yang telah terjadi. Semua harus ada yang bertanggungjawab,” ungkap sumber Japos yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, diungkapkan juga bahwa rasio modal sendiri terhadap total aset dibawah standar yang diatur Peraturan Menteri Koperasi. Pada tahun 2012, lanjutnya. Koperasi Karyawan yang beranggotakan 1.200 karyawan itu memiliki modal sendiri sebesar Rp. 7.960.151.823 dengan total aset sebesar Rp. 51.478.749.290. Rasio modal sendiri terhadap total aset saat itu sebesar 15 %.

Sumber lainnya mengatakan pada tahun 2013 lalu, modal sendiri sebesar Rp. 7.848.749.290 dengan total aset turun menjadi sebesar Rp. 45.908.223.728, sehingga rasio nodal sendiri terhadap total aset pada tahun 2013 sebesar 17%.

“Dapat dilihat bahwa pada tahun 2013, rasio modal sendiri terhadap total aset mengalami kenaikan sebesar 2% dari tahun 2012. Menurut Permenkop No.14?Per/M.KUKM/XII/2009, nilai tertinggi apabila rasio berada pada rentang antara 40% dan 60%. Artinya sejak 2012-2013 rasio modal sendiri dengan total aset jauh panggang dari api dengan kata lain kurang sehat,” jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, para pemimpin Koperasi Karyawan Citra Bekisar baik Imam Budi Santoso maupun Edward Hendra Limarin S masih belum bisa dikonfirmasi awak media untuk mengklarifikasi permasalahan itu. (RWS/ist)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)