Agama

kiprah ulama muda

Kongres Ulama Muda Muhammadiyah Kaji Politik Uang

Administrator | Senin, 29 Januari 2018 - 20:43:50 WIB | dibaca: 389 pembaca

Jakarta, parahyangan-post.com-Pemuda Muhammadiyah menyelenggarakan Kongres Ulama Muda, di Jakarta, 29-31 Januari 2018. Secara resmi acara akan dibuka oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakiem Saifuddin, Selasa 30 Januari. Pidato Kongres oleh Ketua PP Muhammadiyah  Prof Dr Yunahar Ilyas, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Juga dimeriahkan dengan penampilan Angklung Santri-Santri Muhammadiyah.

Menurut Ustadz Abrar Azis, dalam rilis yang diterima parahyangan-post.com,  kongres dihadiri oleh lebih dari 150 Ulama Muda Muhammadiyah yang menjadi mengasuh Pondok Pesantren dan Dai-Dai Muda. Berasal dari 120 Pesantren Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

“Melalui Kongres ini, para Ulama Muda Muhammadiyah akan bermusyawarah untuk merumuskan Tausiyah politik Kebangsaan terkait dengan kondisi politik Indonesia belakangan ini, memasuki Tahun Politik 2018 dan 2019,”  tulis Abrar.

Lebih lanjut dijelaskan, beberapa topik akan dibahas dalam kongres ini, diantaranya  masalah politik uang, Hoax atau berita bohong, sumbner Daya Alam dan Nasionalisme kebangsaan.

1. Politik Uang.

Haramnya praktik politik uang, Jabatan politik yang didapat dari transaksi haram (politik uang) akan selamanya menjadi jabatan haram dan penuh keburukan buat si pemegang jabatan tersebut, dan termasuk yang memilih.

2. Hoax atau Berita Bohong

Ulama Muda Muhammadiyah akan membahas secara mendalam, dan menyampaikan Tausiyah Politik Kebangsaan, bahwa Menebar Hoax adalah perbuat haram dan sangat dibenci oleh Islam, Karena menebar Fitnah adalah keburukan Bagi Peradaban, dan Mereka-Mereka yang bekerja memproduksi Hoax di sosial media terang adalah orang-orang yang mendustakan Ajaran dan Nilai Islam, termasuk, Ulama Muda Muhammadiyah akan membahas Apakah Buzzer politik itu di kategori an pekerjaan buruk dan harus Jauhi.

3. Sumber Daya Alam

Secara Spesifik pembahasan SDA akan menjadi perhatian para Ulama Muda Muhammadiyah, mengingat kekayaan Alam Indonesia, saat ini tidak kita Kelola dengan baik, dan cenderung tidak dimamfaatkan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia, dan Ulama Muda akan menyampaikan Tausiyah Politik Kebangsaan terkait Pengelolaan SDA Indonesia.

4. Nasionalisme dan Persatuan Indonesia

Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, tentu dengan tujuan membangun manusia-manusia Indonesia yang merdeka, yang memiliki semangat nasionalisme KeIndonesiaan tinggi, Bagi Muhammadiyah berIslam dan BerIndonesia tidak bisa dipisahkan sama sekali, Ketika salah satunya dilemahkan, maka persatuan Indonesia akan rusak, oleh sebab itu Tausiyah tentang Nasionalisme dan Persatuan Indonesia juga akan menjadi pembahasan penting untuk disampaikan kepada seluruh Rakyat Indonesia.*** (pp/rls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)