Hukrim

Hukrim

Keluarga Korban Kesal Kinerja Polsek Dentim

Administrator | Minggu, 24 November 2013 - 00:11:13 WIB | dibaca: 2431 pembaca

Kasus pembunuhan seorang mahasiswa Unud Denpasar bernama Ricky Mone, asal Sumba Barat NTT (Foto : ist)

NTT, Parahyangan - Post.com - Kasus pembunuhan seorang mahasiswa Unud Denpasar bernama Ricky Mone, asal Sumba Barat NTT yang di bunuh pada tanggal 17/8/12 lalu di jalan Anyelir Denpasar timur, hingga saat ini pelaku pembunuhan belum terungkap.

 

Pihak keluarga korbanpun kesal dengan kinerja Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Timur yang kasusnya sudah berjalan dua tahun.

 

Menurut Nikolas Mone, Orang tua korban, sangat kesal dengan kinerja Polsek Dentim, karna sudah berulang kali berurusan ke Polsek Dentim untuk mempertanyakan kasus anaknya, tetapi tidak ada hasil alias perubahan “. Saya sudah hampir lima kali ke Polsek Dentim, untuk menanyakan pelaku pembunuhan anak saya, tapi tidak ada kejelasan, Cuma di jawab bersabar saja pak, kami tetap upayakan untuk menyelidiki pelakunya.”. kesalnya.

 

Kasus pembunuhan Ricky mone, pemuda asal Sumba Barat, NTT memang sangat prihatin sekali, karna bukan saja dari pihak keluarga korban, tetapi dari pihak pemerintah daerahpun, meminta agar kasus pembunuhan ini segera terungkap”. Sebenarnya kasus pembunuhan ini kan bisa terungkap, mereka polisi kan punya intel, kenapa tidak di kerahkan saja, kami minta kasus ini harus betul-betul ditangani., kami pun tidak tinggal diam “. ungkapnya   

 

Kegelisahan Nikolas Mone terhadap kinerja Polisi Dentim untuk mempertanyakan  pelaku pembunuhan. Menurutnya, ketika kehadirannya di Mapolsek Dentim, Senin (16/9) lalu, tidak membuahkan hasil yang maksimal “. Aduh.., kenapa sangat sulit mencari pelakunya, padahal semua saksi sudah di periksa, apa saja kerja polisi di negara ini”. kata Nikolas, sambil geleng-geleng kepalanya

 

Bahkan yang mengecewakan, ketika sketsa wajah yang di pampang polisi kurang jelas karna ukurannya sangat kecil dan di tempel pada satu arah jalan saja, sehingga tidak nampak penglihatan orang “. Jadi kalau menurut saya, seperti bersandiwara saja, Ada sketsa wajahnya, tapi pelakunya tidak jelas sampai hari ini”. sesalnya

 

Terkait kasus pembunuhan ini, menurut Kapolsek Dentim, AKP Ikhwan Lazuardi, saat itu, mengaku masih berupaya mengejar pelaku “. Tersangkanya masih kami cari dan anggota kami sudah interogasi ke Lombok dan Sumba, tiga bulan kemarin, Cuma belum ketemu”. Ujarnya

 

Untuk memberikan rasa nyaman bagi keluarga korban kami terus mengirimkan SP2HP kepada keluarga korban “. Mungkin terlalu lama pelakunya belum terungkap, sehingga keluarga korban nggak sabar, tetapi kasus ini nggak mungkin di hentikan atau di bekukan pasti tetap di lanjutkan”. Ungkapnya (Budin/pp)  










Komentar Via Website : 9
cara mengecilkan perut
25 November 2013 - 13:33:34 WIB
Kamu memang tidak bisa merubah masa lalu, namun kamu bisa merubah masa depan dengan cara belajar dari masa lalu.
obat kolesterol
25 November 2013 - 13:55:20 WIB
infonya bermanfaat makasih http://goo.gl/QcNm9C
ace maxs
25 November 2013 - 14:27:30 WIB
terima kasih atas infonya , sukses selalu
Dedy
25 November 2013 - 19:45:23 WIB
Kami butuh bukti keadilan Bukan janji pak polisi, dgn moto melayani Dan mengayomi masyarat. Bukan Gonta ganti penyidik. Yg tangani kasus. Hny dgn alasan kami baru pak... Jd kami harus pelajari berkas perkara... Apakah itu Polisi Indonesia sekarang.....?
stev
27 November 2013 - 23:08:14 WIB
Kinerja Kepolisian Republik Indonesia semakin tercoreng akibat perbuatan aparat Kepolisian Denpasar Timur.
Melihat berita diatas making memperjelas bahwa sampai dimana profesionalnya aparat penegak hukum yang memasang slogan melayani, melindungi dan mengayomi, Åpå Ÿªªηǧ dilayani??? Åpå yang dilindungi??? Åpå yang diayomi???
Coba dilihat klo kasus selebriti atau orang kaya pasti cepat diatasi karena itu Ÿªªηǧ akan membuat populer dan cepat naik pangkat, serta masuk tv...jαϑî artis saja pak polisi....
debi
27 November 2013 - 23:33:02 WIB
Wahai polisi kemana saja kalian, jangan tidur terus, lihat ϑΐ luar sana Α̲̅ϑα̲̅ banyak pekerjaan kalian yang sudah jadi PR yang harus diselesaikan. Bangun...bangun...bangun dari mimpi kalian kasian anak istri kalian ϑΐ kasi makan pake uang kaki (rakyat)....
ata kapota
29 November 2013 - 10:12:03 WIB
wah makin parah ja polisi sekarang. sudah liat ada bukti, saksi pun ada. tapi kasus nya smpai serakang belum bisa terungkap. habis mau jadi polisi harus sogok dulu.... baru bisa jadi polisi.... pantas saja kerja tidak professional karena jabatan bisa di beli dengan uang.... keadilan hanya ada pada mereka yang bisa bayar polisi.... malu pak ma rakyat.....
tagor
02 Desember 2013 - 16:40:02 WIB
Saat sekarang ini ,,, yg paling di butuhkan KAMI sebagai masarakat,,,, adalah tingkat pelayanan yg merata,,, tdk bedakan kasta,,, miskin dan kaya, yg kami butuhkan cuma keadilan semata,,, sy sebagai keluarga merasa kecewa dgn kepolisian, yg kita anggap tempat mengadu meminta keadilan semata, tp sampai detik ini bloom jg terungkap.... di mana semboyan POLRI.....????? Melayani dan mengayomi masarakat ???????
Obat Tradisional Nyeri Otot
05 Desember 2013 - 15:04:25 WIB
Setelah saya membaca artikel ini, widih ajib bener dah,
nice gan :)
Numpang lewat ya:
http://goo.gl/kBwzLL
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)