Agama

Haji dan Umroh

Joko Asmoro Kukuhkan MI. Iskandar sebagai Ketua DPD AMPHURI Jakarta-Banten

Administrator | Kamis, 14 Desember 2017 - 08:59:06 WIB | dibaca: 204 pembaca

Ketua umum Amphuri H. Joko Asmoro saat melantik M Isnaeni Iskandar sebagai Ketua Amphuri Jakarta-Banten (foto. Isk)

Jakarta, parahyangan-post.com–Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Joko Asmoro mengukuhkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPHURI Jakarta-Banten Mohammad Isnaeni Iskandar di Jakarta, Selasa (12/12). Selain pengukuhan, DPD AMPHURI Jakarta-Banten juga melakukan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Program Oke Oce Umrah bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno.

"Program Oke Oce Umrah ini akan diselenggarakan melalui koperasi AMPHURI bekerja sama dengan Oke Oce yang digagas Pemprov DKI Jakarta, " jelas Isnaini usai acara pengukuhan kepada wartawan di Hotel Aston Cengkareng.

Selain itu, program prioritas DPD AMPHURI Jakarta-Banten pada periode ini juga menyoroti masih maraknya penelantaran calon jamaah umrah, untuk itu, pihaknya akan mengedukasi anggota dengan layanan e-commerce. "Selain meningkatkan kualitas layanan, kami fokus untuk menggunakan layanan e-commerce bagi anggota kami, " ujarnya.

DPD Amphuri Jakarta-Banten, menurut Isnaini saat ini tengah menyiapkan aplikasi layanan yang akan digunakan untuk menjual produk bagi travel haji dan umrah anggota AMPHURI. Hal ini dikarenakan saat ini tren generasi muda lebih senang berbelanja secara online. Apalagi banyak aplikasi luar negeri yang hampir menguasai pasar Indonesia. "Selain memang bertujuan untuk paperless, kami berharap, anak negeri dapat menguasai pasar e-commerce di Indonesia, sehingga dapat mengurangi serbuan e -commerce asing, " kata Isnaini yang juga anggota Kadin ini.

Untuk itu, Isnaini menambahkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kanwil Kemenag di DKI Jakarta dan Banten untuk mengedukasi masyarakat terkait travel nakal. Melalui media, AMPHURI berharap dapat membantu mengurangi tindak penipuan. Kendati demikian, Isnaini mengakui, untuk menghapus dan menghilangkan adanya kasus penipuan travel umrah memang masih sulit. “Tetapi paling tidak, dengan edukasi kepada masyarakat, mereka jadi lebih waspada dan dapat meningkatkan pengetahuan mereka terkait travel yang pasti. Sosialisasi lima pasti umrah dari Kemenag perlu digalakkan,” tandasnya.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)