Polkam

Pileg 2014

Jelang Pileg di NTT, Hindari Polarisasi Suku, Agama

Administrator | Sabtu, 09 November 2013 - 10:03:51 WIB | dibaca: 8250 pembaca

NTT, Parahyangan – Post. com.  - Menjelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 yang akan datang di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan hindari polarisasi antar suku dan agama untuk mencari dukungan, sebab untuk mencari seorang pemimpin yang ideal memerlukan figure yang mempunyai intelektual dan memiliki kecerdasan, berani, tulus dan jujur. Hal itu di sampaikan Abdul Hafidz Anwar, salah seorang aktivis lembaga sosial masyarakat (LSM) NTT  kepada wartawan. Selasa (6/11) kemarin

 

Dia juga mengatakan, memilih seorang wakil rakyat  yang duduk di DPRD NTT disamping dia memiliki intelektual dan kapabilitas, dia juga bisa beradaptasi dengan masyarakat “. Jangan karna Calegnya ada hubungan suku atau agama, kitapun memilihnya, sebenarnya yang kita lihat adalah dari segi kapabilitas dan kejujurannya, sehingga dia bisa menciptakan masyarakat yang adil ”, jelasnya

 

Menurutnya, fakta membuktikan, bahwa ada figure legislatif yang mempunyai intelektual dan kapabilitas, tetapi tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif, serta tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai penentu kebijakan “. Makanya untuk memilih pemimpin, hentikan cara polarisasi suku dan agama, sehingga kita dapatkan pemimpin yang amanah dan dapat mensejahterakan masyarakat NTT kedepannya” tandasnya.

 

Paulus Kibar, salah seorang pemerhati masyarakat NTT , ketika ditemui di ruang kerjanya, mengatakan. persoalan suku, agama dalam kaitannya dengan pemilu 2014 di NTT harus kita hindari, karna kita memilih seorang wakil rakyat yang duduk di DPRD adalah seorang yang mempunyai intelektual, sehingga mampu menganalisa dengan baik potensi-potensi daerah untuk di kembangkan, demi kemajuan masyarakat, “. Nah, disisi lain juga, selain dari intelektual tadi, kita juga harus melihat kejujuran dan ketulusannya, karna itu menjadi factor penting, agar menghindari sifat rakus dan mementingkan diri sendiri serta kelompoknya”. Ungkapnya.

 

Dia juga menambahkan, permasalahan mendasar di NTT adalah biasanya masyarakat di NTT terjebak pada euforia suku dan agama, sehingga begitu menjadi wakil rakyat cenderung memperhatikan suku dan agamanya, tidak semuanya di perhatikan, tetapi hanya suku tertentu atau agama yang diperhatikan. “. Inipun bukan hanya masalah suku atau agama saja, tetapi masalah peluang kerja, hanya di dominasi oleh kelompok-kelompok tertentu ”. Ujarnya

 

Sikap wakil rakyat seperti ini sangat di sesalkan, karna masih banyak masyarakat miskin di NTT yang masih membutuhkan kepedulian dari wakil-wakil rakyat yang duduk di DPRD NTT “. Ini, fakta, membuktikan, bahwa masyarakat miskin di NTT masih banyak dan perlu di perhatikan”. Harapnya (Budin/pp)   










Komentar Via Website : 1
obat herbal kanker rahim
24 Maret 2014 - 10:01:24 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)