Agama

Haji 2013

Jamaah Jangan Sibuk Belanja

Administrator | Selasa, 10 September 2013 - 11:44:09 WIB | dibaca: 1326 pembaca

JAKARTA, parahyangan-post.com.- Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk berkonsentrasi menunaikan seluruh rangkain ibadah haji karena ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik. Hal itu disampaikan saat melepas keberangkatan 450 orang calon haji dan 5 petugas kloter embarkasi Jakarta di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2013).

"Terkadang, fisik jamaah lelah karena kebanyakan belanja, bukan karena tawaf," ujar Surya.

Selain itu Menag juga berpesan agar jamaah haji berhati-hati saat menjalankan tawaf.

"Saya pesan akibat perbaikan kapasitas areal tawaf yang semula bisa menampung 40 ribu jamaah haji per jam sekarang hanya 22 ribu saja. Hati-hati karena jamaah terkonsentrasi di lantai 1, desak-desakannya luar biasa," papar Menag Suryadharma Ali.

Pesan lainnya, agar jamaah calon haji men jaga kesehatan mengingat pelaksanaan haji lebih banyak menggunakan fisik. "Jangan sayang beli makanan, jangan sayang beli minuman. Makan makanan yang bergizi. Jadi minum harus diperbanyak," tambahnya.

Menag juga mengingatkan agar jamaah haji lebih berkonsentrasi ibadah ketimbang sibuk berbelanja. Ia meminta agar jamaah haji juga lebih memperdalam prosesi manasik haji. "Walau sudah belajar manasik perdalam lagi manasiknya," katanya. Di dalam kesempatan itu, Menag mengingatkan agar jamaah haji mewaspadai tindak kejahatan di Tanah Suci.

"Jadi hati-hati menyimpan uang, barang jangan diserahkan kepada orang tidak dikenal walaupun orang tersebut berbahasa Indonesia, Sunda, Jawa jangan sampai tertipu," kata Menag.

Terkait pemulangan jamaah haji, Menag meminta agar barang bawaan jamaah haji tidak melebihi berat yang telah ditetapkan, termasuk membawa air zam zam. Sebaiknya jangan sampai bawa yang dilarang. Kalau bawa tas dibongkar bisa telat 2-3 gara-gara tas dibongkar," kata Menag yang terbalut seragam batik haji warna hijau dan ungu ini.

Menag meminta jamaah haji maupun keluarganya tidak khawatir dengan isu virus korona. "Kalau kesehatan prima insya Allah penyakit tidak ada yg mampir. Kalau ada sesuatu yang tidak enak jangan sungkan periksa ke petugas kesehatan," yakinnya.*** (aboe/MCH)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)