Nusantara

Ini Modus Pengusaha Kebiri Pesangon Buruh

Administrator | Minggu, 15 Mei 2016 - 05:46:10 WIB | dibaca: 2096 pembaca

KARAWANG, Parahyanganpost.com - Pemasok suku cadang Toyota, PT Tradisi Manufacturing Industry berupaya memangkas pembayaran pesangon buruh hingga 50 persen dengan mengaku pailit. Sebanyak 50 buruh Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK-KPBI) melakukan unjuk rasa di kantor pusat PT Tradisi untuk menuntut pembayaran pesangon secara penuh pada Senin, 9 Mei 2016.

SERBUK beralasan, PT Tradisi tak kunjung menunjukan bukti pailit sehingga harus membayar pesangon secara penuh. “Di UU 13 pasal 164 ayat 2 dijelaskan perusahaan pailit harus memberikan bukti yang kuat,” kata Komite Eksekutif SERBUK Karawang, Dicky Kastansya.

Federasi yang bergabung dalam KPBI itu menambahkan perusahaan hanya bersedia membayar 1 kali pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak. Perusahaan selama ini bersikukuh berlindung di alasan pailit tanpa bukti itu. Padahal, perusahaan harusnya membayar 2 kali pesangon serta penghargaan masa kerja dan penggantian hak akibat tidak mampu memberikan bukti pailit.

Lebih jauh lagi, Dicky menuntut perusahaan tetap membayar upah buruh sebagaimana diatur hukum. Ini karena proses sengketa hubungan industrial belum selesai. “Masalahnya, perusahaan menahan gaji. Tuntutan gaji tetap jalan,” protes Dicky.

PT Tradisi Manufacturing Industry menutup operasional pabrik di Karawang, Jawa Barat sejak dua bulan lalu. Perusahaan itu melakukan PHK terhadap sekitar 200 karyawan. Hingga kini, sengketa PHK masih berlangsung di tingkat Suku Dinas Tenaga Kerja setempat.

(red/rat/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)