Opini

Kolom Ismail Lutan

Ini Era Kami Bung!

Administrator | Selasa, 26 November 2019 - 04:46:41 WIB | dibaca: 161 pembaca

Ini era milenial Bung. Dan ini eranya kami! Kami yang muda-muda. Yang lincah dan dinamis. Yang gaul dengan teman-teman kami di seluruh dunia. Tanpa rasa minder, rendah diri dan takut diinfiltrasi kebudayaannya, ideologinya, maupun akidahnya. Kami kuat kok mempertahankan jati diri kami.

Kalian yang tua, yang gagap main gadged alias gaptek  silakan minggir. Atau duduk manis momongin anak cucu. Dan bernostalgia tentang kejayaan dan kekayaan ibu Periwi masa lalu. Indonesia yang katanya kaya-raya, subur makmur, gemah ripah loh jinawi. 

Biarkan kami yang muda menghadapi pertarungan masa depan. Karena pertarungan masa depan sangat canggih. Tidak bisa lagi dihadapi dengan bambu runcing atau keris sakti. Pertarungan masa depan adalah pertarungan milenial yang bersenjatakan intelegensia (kecerdesan) mengutak-atik program komputer. Atau kejelian membuat coding. Atau membuat aplikasi-aplikasi baru di internet dengan rumus yang rumit-rumit,  namun hasilnya selangit. Yang memungkinkan semua urusan semakin mudah. Semisal  aplikasi ojek on-line atau sejenisnya.

Jadi  pertarungan masa depan tidak lagi pertempuran heroik, dengan semangat membaja. Dan korban jatuh ribuan jiwa, dan  darahnya mengalir menganak sungai. Tidak! Tidak demikian pertempurannya kini, dan juga tidak di masa  yang akan datang!

Pertempuran masa depan cukup ngopi-ngopi di café yang kini jumlah menjamur di seantero kota,  bahkan juga di pelosok desa. Sambil ngobrol dan mengutak-atik gadget. Memburu isu-isu terbaru dan meperbaruinya saat itu juga. Atau mengikuti pergerakan harga saham di bursa efek terkuat dunia dan bertransaksi saat itu juga.  Atau juga mengambil alih  saham klub sepak bola terkaya Eropa dan melegonya saat harga naik!

Itulah pertempuran kita, eh…, pertempuran kami sekarang! Dan yang tidak mau maju dalam barisan ini silakan mundur atau diam. Diam akan labih baik dari emas! Atau setidaknya dari emas PT Aneka Tambang yang sering digoreng.

*

Kabinet Indonesa Maju besutan Presiden Jokowi sepertinya sangat menyadari hal ini. Makanya Beliau mengangkat pembantu atau menteri dari kalangan orang muda. Sebut satu aja. Mendikbud, Nadiem Makarim. Usianya baru 35 tahun.

Putera Nono Anwar Makarim ini adalah produk milenial yang memungkinkan Indonesia diperhitungkan dalam percaturan global di bidang aplikasi internet. Dia menciptakan go-jek. Dengan aplikasinya orang mudah naik ojek tanpa takut lagi dipalak tukang ojek pangkalan (Opal) yang menetapkan harga seenak udelnya.

Yang lebih mengagumkan lagi Presiden Jokowi mengangkat 7 staf khusus dari kalangan anak muda milneial. Usianya antara 20-30 tahun. Yang termuda  Puteri Indahsari Tanjung. Umurnya baru 23 tahun. Namun biarpun sangat muda,  puteri pengusaha sukses Indonesia, pemilik Trans TV  Chairul Tanjung ini,  sudah memiliki track bisnis yang mengagumkan.

Dia adalah  Founder dan CEO Creativepreneur dari Chief Business of Creative. Puteri  menempuh pendidikan di Anglo Chinese School Jakarta dan  melanjutkan pendidikan di Australian International School Singapore tahun 2012-2014 dan Academy of Art University jurusan multimedia tahun 2015-2019. Bayangkan, baru tamat dia dari sekolahan!

Itulah senjata Indah Tanjung  dan rekan-rekannya di kantor kepresidenan untuk memenangkan Indonesia pada  pertempuran dunia masa depan.

*

Beginilah zaman sekarang. Presiden Jokowi menyadari betul akan hal itu. Untuk menantang musuh haruslah menghadirkan petarung yang sebanding. Sehingga pertarungan seimbang dan enak ditonton.

Jika Amerika melahirkan Marc Zuckerberg, pemilik facebook yang menguasai pikiran orang se-dunia, maka Indonesia kelak harus melahirkan tokoh sekaliber dia, atau minimal sekelas Jack Ma, pemilik Alibaba itu.

Yeah, apa boleh buat, ini zaman mereka punya!***










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)