Agama

HAB 68

Hari Kelahiran Kemenag akan Jadi HKN

Administrator | Sabtu, 28 Desember 2013 - 05:12:31 WIB | dibaca: 2131 pembaca

Hari kelahiran Kementerian Agama, yang sering disebut sebagai Hari Amal Bhakti (HAB) 3 Januari, akan dijadikan sebagai Hari Kerukunan Nasional (HKN). Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali pada Peringatan HAB ke 68 di Jakarta, Jumat 27/12.

“Insya Allah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mencanangkannya pada puncak Peringatan HAB,  3 Januari 2014 nanti di Monas,” papar Surya di hadapan tokoh-tokoh lintas Agama yang mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Buddha, Hindu dan Konghucu.  Hadir pula Wamenag Nasaruddin Umar dan Sekjen Bahrul Hayat serta para pejabat Kemenag.

Sebelumnya pada acara pembukaan diadakan pertandingan futsal dan tarik tambang  antara Wartawan Koordinatorat Kementerian Agama melawan pejabat Kemenag. Untuk tarik tambang dimenangkan oleh pejabat kemenag, dengan skor 2:1, sementara untuk futsal dimenangkan oleh wartawan dengan skor akhir 2:1.

Dukungan

Gagasan untuk menjadikan HAB menjadi HAN, menrut Surya, didasari oleh pemikirannya bahwa kerukunan yang sudah dibangun dan sebenarnya menjadi landasan filosofi oleh berbagai etnis (suku bangsa) di tanah air, harus dipelihara. Karena kerukunan itu sering dipolitisir dan dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

“Saya sudah berkeliling ke  hampir seluruh wilayah nusantara, dan saya menyaksikan bahwa masing-masing daerah itu mempunyai filosofi kerukunan yang sangat berakar. Seperti di Ambon yang terkenal dengan Pelagandongnya, di Papua Tungku Tiga kaki dan di Sulawesi Utara Kitarong basudara. Filsofi ini sangat kuat mengikat warganya untuk saling menghargai perbedaan, apakah itu perbedaan agama, tingkat kesejahteraan atau suku,” terangSurya.

Anehnya, lanjut Surya, kearifan lokal itu tidak terekspos dengan baik, sehingga yang muncul dalam pemberitaan media massa adalah kekerasan dan pertikaian antar suku, agama dan ras di wilayah-wilayah tertentu.  Padahal dalam banyak kejadian pertikaian (gejolak) tersebut tidak dipicu oleh perbedaan suku, agama atau ras, dan antar golongan tetapi oleh hal sepele, seperti kecelakaan motor dan perkelahian di pasa.

“Nah, hal ini menginspirasi saya  menigkatkan kearifan local itu agar bisa diterapkan di tingkat nasional. Makanya saya menggagas agar ada hari kerukunan nasional, dan tanggalnya adalah hari lahir Kementerian ini,” jelas Surya. 

Gagasan Surya untuk menjadikan HAB menjadi HAN mendapat dukngan penuh dari seluruh perwakilan umat lintas agama, seperti yang dikemkakan oleh perwakilan umat Budha  Suhadi Sendjaya. 

“Saya sangat mendukung adanya HKN. Batik saja bisa jadi Hari Batik.  Masa kerukunan kalah sama batik,” tegas Shadi yang juga sekjen Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) itu.

Hal senada juga dikatakan perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus. “Hari Kerukunan Nasional, pasti kita dukung,” tegasnya.*** (lutan)










Komentar Via Website : 2
obat syaraf kejepit
02 Januari 2014 - 08:24:38 WIB
Jelly Gamat
25 Januari 2014 - 11:31:03 WIB
makasi ya infonya
http://goo.gl/Aaa4cS
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)