Edukasi

Organisasi Wartawan

Hari Ini Forjim Gelar Munas

Administrator | Jumat, 05 Januari 2018 - 09:56:57 WIB | dibaca: 121 pembaca

Ketua Forjim Adhes Satria (kanan). foto fj.

Jakarta, parahyangan-post.com-Hari ini, Jumat 5/1/2018, Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama di Wisma PKK, Kebagusan, Jakarta Selatan. Munas akan berlangsung selama 2 hari.

Ketua Forjim Adhes Satria Sugestian menjelaskan, Munas diselenggarakan berdasarkan amanah organisasi untuk mencari atau menyegarkan pengurus baru, periode 2018-2021.

Pada kesempatan itu, Adhes mengatakan, salah satu  visi Forjim adalah menjadi (agen) perubahan.

“Perubahan yang dimaksud adalah perubahan menjadi masyarakat yang islami, adil, makmur dan tunduk kepada hukum Allah Swt supaya kehidupan negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya kepada wartawan, sebelum Munas.

Mengubah masyarakat itu, lanjut Adhes,  mengubah pemikiran yang ada dalam diri mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemikiran ya informasi. Kalau kabar yang disebarkan ke masyarakat adalah kabar-kabar hoaks, tidak bermutu, apalagi yang menyesatkan bagaimana masyarakat akan berubah menjadi lebih baik.

Terkait agenda utama, Ketua Steering Committee Shodiq Ramadhan mengungkapkan, Munas tidak hanya berupa sidang-sidang pleno yang membahas keorganisasian tetapi juga akan digelar diskusi nasional jurnalistik. Diskusi ini akan membahas tentang kompetensi jurnalis muslim. “Panitia insyaallah akan menghadirkan salah satu anggota Dewan Pers,” katanya.

Munas Forjim, tambah dia, juga akan melahirkan dua rekomendasi. Rekomendasi internal dan eksternal. Khusus untuk rekomendasi eksternal, Munas Forjim akan menyoroti kasus-kasus kriminalisasi dan persekusi terhadap ulama, isu Jerusalem yang diklaim sebagai ibu kota Israel dan kepemimpinan Muslim dalam Pilkada 2018.

“Karena sebagian besar anggota Forjim berasal dari media-media Islam, kita juga akan mengeluarkan rekomendasi terkait pengelolaan media Islam. Juga membahas sinergi media Islam dengan lembaga filantropi, ormas, pendidikan, keuangan syariah, dan wisata halal,” tambah Shodiq.

Puncaknya, kata Shodiq, peserta Munas Forjim akan memilih ketua umum baru untuk periode 2018-2021. “Munas akan memilih ketua umum baru untuk tiga tahun ke depan. Ketum terpilih adalah formatur tunggal yang akan menyusun kepengurusan,” tandasnya.

Sejauh ini, sejumlah nama sudah mengemuka untuk menjadi calon ketua umum. Forjim disebutkan akan menggunakan mekanisme pemilihan calon ketum secara terbuka. “Sudah ada sekitar lima nama yang siap bertarung untuk Forjim-1,”kata Redpel Suara Islam Online itu.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pelaksana Munas, Dudy Sya’bani Takdir mengaku, pihak panitia sudah siap untuk melaksanakan kegiatan ini. “Panitia sudah siap. Persiapan sudah 90 persen, peserta juga sudah siap,” katanya singkat.*** (aboe/fj)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)