Nusantara

PEKERJAAN TURAP

Habis Waktu, Turap SDN Grogol 3 Baru Dikerjakan

Administrator | Minggu, 29 September 2013 - 00:51:16 WIB | dibaca: 2281 pembaca

DEPOK, Parahyangan-Post -  Pekerjaan turap saluran SDN Grogol 3 Kel.Grogol Kec. Limo, Depok disinyalir baru di kerjakan setelah waktu pekerjaannya berakhir, tanpa alasan yang jelas, pihak Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan SDA (Dibimasda) Kota Depok terkesan tutup mata padahal tidak ada bencana maupun konflik di lokasi tersebut yang mengakibatkan terhentinya pekerjaan.

Menurut sumber yang tidak berkenan namanya di cantumkan, Senin (23/9) , proyek turap tersebut dari SDA nilainya sekitar Rp.147 juta. Waktu pelaksanaannya habis pada awal September  namun baru minggu ini mulai di kerjakan" proyeknya baru di kerjakan minggu ini padahal waktunya sudah habis"  ungkapnya.   

Dari pantauan wartawan media ini di lokasi, Rabu (25/9) tampak hanya pekerja sedang menggali dan merobohkan tembok, tidak ada papan proyek yang semestinya di pasang agar masyarakat mengetahui nilai pekerjaan, waktu pekerjaannya , siapa pelaksananya dan dari mana sumber dananya.Dengan hal ini, menunjukkan Pemerintahan Walikota Depok  Nur Mahmudi Isma'il di duga tidak transparan dan akuntabel.   

Pada hari yang sama melalui telepon, Sahril, pelaksana lapangan proyek tersebut tidak dapat menjawab kapan waktu pekerjaan berakhir dan kenapa baru dikerjakan setelah waktunya habis.Dia juga mengakui bahwa proyek tersebut milik ibu Nining sedangkan koordinasi di urus oleh ibu Ema.   

Salah seorang kontraktor lokal Depok yang namanya tidak mau di sebutkan, Sabtu (28/9)  ketika di tanya wartawan menerangkan, jika proyek belum selesai sesuai waktu maka kontraktor bisa mengajukan addendum (penambahan) waktu, dengan menerangkan alasan yang sesuai dengan yang diatur dalam Perpres 54/2012, tapi bila pekerjaan baru dikerjakan setelah waktu habis maka pemerintah bisa mencabut SPPBJ proyek itu atau bisa juga perusahaannya dikenakan denda berupa pemotongan langsung saat pembayaran pekerjaan."Boleh di kerjakan tapi pasti dikenakan denda per hari di kali seribu per mil", pungkasnya. (riki/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)