Polkam

Diskusi Terbatas Barisan Nusantara

Gak Perlu lagi Perang Cyber

Administrator | Minggu, 25 Agustus 2019 - 20:44:27 WIB | dibaca: 375 pembaca

Harsubeno Arief dan Ketua Umum PJMI Iwan Samariansyah saat diskusi terbatas di sekretariat Barisan Nusantara, Jatinegara, Sabtu 24/8/2019. (foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-Sebagus apa pun kebijakan yang dibuat Gubernur DKI Anies Baswedan para penentangnya tetap akan membully dan melemparkan isu-isu negatif.  Untuk itu perlu tim cyber yang lebih canggih guna mencounter dan meluruskannya. Hal ini mengemuka pada Diskusi Terbatas yang diselenggarakan Barisan Nusantara di Sekretariatnya,  Jl. Bekasi Timur IX No.17 Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu-Minggu (24-25 Agustus 2019)

Hadir memberikan paparan pada diskusi tersebut antara lain jurnalis senior dan konsultan media Hartono, pakar komunikasi dan wartawan senior Harsubeno Arief, dan Tim Gabungan Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Gubernur DKI Tatak Ujiyati.

Sebagai contoh dalam hal pemberian sertifikat kepada pengembang yang membangun di pulau reklamasi. Gubernur Anies di bully habis-habisan karena dinilai tidak konsisten dengan janji ketika kampanyenya.

“Padahal pemberian serifikat tersebut adalah kebijakan yang sudah benar dan tidak bertentangan dengan janji-janji Anies semasa kampanye. Janji Anies semasa kampanye adalah menghentikan pembangunan pulau reklamasi yang jumlahnya 17 pulau. Sementara tiga pulau tersebut sudah dibangun sebelum Anies menjadi Gubernur” tutur Ujiyati.

Namun, lanjutnya, penjelasan seperti apa pun untuk meluruskan informasi tersebut tetap tidak sampai ke masyarakat. Karena media mainstream  selalu mengutip bagian yang disebut tidak konsisten itu. Bahkan dalam percapakan di media sosial pun kebijakan tersebut paling banyak mendapat soroton negatif dari netizen. Makanya ia merasa perlu memperkuat tim cyber Gubernur untuk meluruskan informasi-informasi negatif tersebut.

Sementara itu pakar jurnalis Harsubeno Arief mengatakan  TGUPP DKI tidak perlu melakukan  perang cyber atau membentuk tim buzzer untuk mencounter isu-isu negatif tersebut.

“Berangkat dari pengalaman Pilkada DKI maupun Pilpres,  perang cyber itu berbahaya. Meninggalkan kebencian dan luka yang sulit disembuhkan,” paparnya.

Harsu, panggilan akrab wartawan senior ini, lebih setuju kalau tim Gubernur Anies menampilkan secara massif hasil kerja nyata gubenur di media sosial.

“Misalnya tentang perluasan trotoar. Wawancarai orang-orang yang merasa diuntungkan, posting di medsos atau youtube. Begitu juga tentang taman kota ambil sisi-sisi baiknya, posting di medsos. Pasti netizen akan  tertarik,” tuturnya.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)