Seni Budaya

Film ”Herinneren: Het verhaal van Maurits Kiek… Remembering: The Maurits Kiek Story" Tayang Perd

Administrator | Jumat, 26 Juli 2019 - 17:34:49 WIB | dibaca: 360 pembaca

Film dokumenter ”Herinneren: Het verhaal van Maurits Kiek… Remembering: The Maurits Kiek Story" menerima persetujuan sensor Indonesia dan tayang perdana se-Asia di Planet Hollywood XXI, Jakarta, Indonesia, pada 9 Juli 2019. Cheryl Halpern, produser dan sutradara film dokumenter panjang asal Amerika ini, berkata, "Saya menghargai kesempatan untuk berbagi film ini dengan para penonton Indonesia dan Asia Pasifik lainnya. Film ini juga telah diberi subtitle dalam Bahasa Indonesia. Film ini menyuguhkan pelajaran dari masa lalu, yang harus tetap diingat sampai hari ini, di dunia yang kita huni bersama, di mana kekerasan, prasangka dan ketidakadilan muncul melalui kekuatan baru. Maurits Kiek adalah pahlawan bagi kita semua, dan patut dikenang, karena kita ditantang untuk merespon ketidakmanusiawian dan kekejaman. "

"Herinneren: Het verhaal van Maurits Kiek ... Remembering: The Maurits Kiek Story" memotret keberanian seorang pemuda untuk kembali ke Eropa yang sedang diduduki Nazi, saat nyawanya sedang terancam, karena telah disebar pengumuman hadiah bagi siapapun yang dapat menangkapnya ’hidup atau mati'. Maurits Kiek menjabat sebagai agen rahasia Inggris MI-9 dan terjun untuk menyelamatkan nyawa penerbang sekutu dan lainnya, tanpa memandang perbedaan ras, agama, atau kepercayaan. Tekad dan determinasi Maurits Kiek yang kokoh dalam menghadapi halangan dan melawan para pelaku kejahatan diakui pada tahun 2015 di Den Haag, pusat pemerintahan Belanda.

Ketika ditanya mengapa Cheryl memilih untuk memproduksi film dokumenter ini, ia menjelaskan, “Saya termotivasi untuk memproduksi film dokumenter ini mengingat munculnya neo-Nazisme, ekstremisme dan intoleransi di seluruh dunia, juga karena pemaparan generasi muda, pelopor masa depan, ke arah fanatisme yang disajikan berbagai multimedia global dan platform jejaring sosial. Setiap generasi perlu diajarkan, dengan contoh, bahwa ketika individu lain dianiaya karena perbedaan jenis kelamin, ras, agama atau keterbatasan fisik, mereka wajib memprotes dan melawan penindas itu, sebelum mereka juga kehilangan martabat kemanusiaan mereka. "

Setelah pemutaran film dokumenternya, Cheryl Halpern menerima penghargaan International Woman of Change dari World Humanitarian Awards Organization (WHAO). “Cheryl Halpern pantas menerima penghargaan ini karena dia adalah seorang wanita yang telah dan terus mempromosikan perubahan di berbagai belahan dunia, tidak hanya karena film dokumenternya yang memuji semangat pencapaian, memberi gambar dan pesan visual yang positif untuk semua audiens, tetapi juga atas dukungannya, yang secara inisiatif mendorong kaum muda agar menghargai potensi dan memahami tanggung jawab mereka sebagai anggota masyarakat yang damai dan toleran di mana pun mereka tinggal, " ucap Damien Dematra, Ketua WHAO.

Di Indonesia, Cheryl Halpern adalah pendiri Visions of Peace Initiative (VOPI), sebuah organisasi non-profit, yang didedikasikan bagi kaum muda untuk mengekspresikan ide mereka tentang toleransi dan perdamaian lewat karya seni, seperti menggambar, puisi, lagu, tarian dan film. VOPI melibatkan peserta remaja di bawah usia 18 tahun dan telah mengunjungi sekolah dan panti asuhan di 22 kota yang berbeda dan terus menyebar.

Ketika ditanya akan komitmennya kepada VOPI, Cheryl menjelaskan, “Ini adalah prioritas bagi saya terutama karena kita hidup di masa ketika begitu banyak kisah yang ditayangkan dan dibagikan di platform multimedia dan jejaring sosial berfokus pada kekerasan, kebencian, korupsi dan penyalahgunaan. Dengan memberikan kesempatan bagi ekspresi artistik mereka untuk hari esok yang lebih damai, untuk dilihat, didengar, dan dibagikan, saya harap para peserta muda kita akan mengembangkan keadaan pikiran yang lebih toleran untuk diri mereka sendiri dan akan mengintegrasikan tujuan-tujuan VOPI ke dalam kehidupan sehari-hari mereka saat mereka dewasa."

Saat ditanya bagaimana perasaannya menerima International Woman of Change, Halpern berkomentar, “Mengutip kata-kata pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Elie Wiesel yang dicatat di akhir film dokumenter saya “Remembering: The Maurits Kiek Story ”, hal ini sangat sesuai dengan VOPI. “Umat manusia harus ingat bahwa kedamaian bukanlah karunia Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya. Ini adalah hadiah kita bagi sesama. Saya harap dengan pendidikan yang layak dan role model seperti Maurits Kiek, generasi muda akan menemukan kekuatan diri untuk bekerja menuju tujuan hidup berdampingan secara damai, yang mulai menghilang dari generasi sebelumnya. "


(ratman/PP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)