Disaster

DT Peduli Bantu Pulangkan 68 Warga Jabar dari Wamena

Administrator | Selasa, 08 Oktober 2019 - 11:20:28 WIB | dibaca: 411 pembaca

JAWA BARAT (Parahyangan-Post) -- Pasca kerusuhan di Wamena, Papua (23/9) lalu, ribuan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian memilih mengungsi ke tempat kerabatnya yang masih berada di Papua, sementara sebagian besar lainnya memilih pulang ka kampung halamannya masing-masing. Termasuk sebagian warga Jawa Barat (Jabar).

Menurut data yang dihimpun Tim Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar di Papua per 6 Oktober 2019, warga yang memilih pulang berjumlah 68 orang. Sebelumnya, Pemdaprov Jabar melalui tim pendahulu gabungan Dinas Sosial dan Baznas Provinsi Jabar serta Jabar Quick Response (JQR) memantau kondisi warga Jabar di posko pengungsian BTN Sentani, Jayapura.

Adapun rincian warga Jabar yang akan dipulangkan adalah sebagai berikut: 18 orang dari Kab. Garut, 2 orang dari Kab. Majalengka, 7 orang dari Kab. Sukabumi, dan 4 orang dari Kota Bandung. Sementara itu, 4 orang dari Kab. Bandung, 2 orang dari Kab. Kuningan, 5 orang dari Kab. Tasikmalaya, 8 orang dari Kab. Sumedang, 8 orang dari Kab. Subang, 3 orang dari Kab. Purwakarta, 4 orang dari Kota Bogor, dan 3 orang dari Kab. Indramayu juga akan dipulangkan.

Pemulangan 68 warga Jabar tersebut rencananya dilakukan dalam satu kloter pada Rabu (9/10) dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan Daarut Tauhiid (DT) Peduli.

“Sebagai bentuk kepedulian, selain mengirimkan bantuan logistik bagi para terdampak kerusuhan di Wamena, DT Peduli juga bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jabar dan Pemdaprov Jabar untuk memulangkan 68 warga Jabar ke daerahnya masing-masing,” ujar Direktur Utama DT Peduli, Herman.

Herman menambahkan, DT Peduli akan terus berupaya membantu warga terdampak kerusuhan di Wamena. Untuk itu, Herman mengajak masyarakat Jabar khususnya untuk sama-sama membantu saudara-saudara terdampak kerusuhan di Wamena, terutama warga Jabar yang masih bertahan di Wamena.

“Sebetulnya, jumlah warga Jabar di Papua sangat banyak, bahkan ada yang sudah tinggal selama puluhan tahun. Saya ucapkan terima kasih keapada siapa pun yang telah membantu,” ujar Herman. (Rie/Humas Jabar)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)