Disaster

DPRD Kabupaten Bogor PENCEMARAN SUNGAI CILEUNGSI MAKIN MENJADI-JADI

Administrator | Senin, 19 Agustus 2019 - 07:37:26 WIB | dibaca: 112 pembaca

Ngerek Bendera di Sungai Tercemar Cileungsi 

CILEUNGSI (Parahyangan-Post.com/KP2C) --  Berbagai kalangan dari komunitas peduli lingkungan, anggota Dewan dan masyarakat sudah berupaya secara maksimal untuk membuat sungai Cileungsi  kembali bersih,  asri dan harum. Begitupun sudah diusahakan secara optimal untuk memberi penyadaran kepada para pengusaha yang mencemari sungai. 

Penegakan hukum juga sudah didorong berbagai pihak agar  bisa memberi  efek jera kepada para pelanggar lingkungan hidup dengan menjatuhkan sanksi berat. "Namun semua tidak seperti yang kita harapkan. Pencemaran sungai Cileungsi semakin menjadi-jadi."

Penegasan itu dikemukakan   anggota DPRD Kabupaten Bogor, Eko Syaiful Rahman, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, berlokasi di tepi sungai Cileungsi yang tercemar di 
bawah Jembatan Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor (Jawa Barat),  Minggu pagi (18/8/2019).

Upacara bendera ini digelar 
Relawan Bela Alam (RBA) Kodim 0621/Kabupaten Bogor, diikuti pembacaan "Ikrar Memerdekakan Sungai" oleh Achmad Fathoni, anggota DPRD terpilih Kabupaten Bogor periode 2019-2024, serta pembacaan doa oleh Abah Yusuf, tokoh peduli lingkungan. 

Kegiatan ini juga dihadiri  anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  terpilih 2019-2024, Muhamad Ichsan Maulodin. Juga diikuti berbagai elemen masyarakat yang peduli  sungai Cileungsi serta warga sekitar aliran sungai.

Bupati Bogor yang sebelumnya telah mengkonfirmasi akan hadir sebagai inspektur upacara, berhalangan hadir. 

Lantaran demikian sulitnya "menjernihkan" sungai Cileungsi dari pencemaran berat,  Eko Syaiful pun akhirnya hanya berujar, "Kita serahkan semua masalah sungai Cileungsi kepada penciptanya Allah SWT. Biarkan Dia Yang Maha Adil memberikan hukuman kepada para pencemar dan pembuang limbah ke sungai Cileungsi dengan seadil-adilnya...."

Sangat Strategis

Menurut Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, kegiatan ini sepenuhnya didukung KP2C karena sangat strategis. Ini karena bisa menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten dan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  untuk bertindak lebih tegas dan keras terhadap pelaku pencemaran sungai Cileungsi. Sungai ini  mengalir dari wilayah Kabupaten Bogor hingga Kota Bekasi di Jawa Barat. 

Sementara Wawan Ramdani, Pengurus RBA Kodim 0621/Kabupaten Bogor, berharap semua elemen masyarakat bisa menjaga agar sungai Cileungsi betul -betul kembali bersih sehingga bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnya. 

"Kami mendukung  penindakan yang setegas-tegasnya kepada para pihak yang melakukan pencemaran di sungai Cileungsi dengan tindakan hukum yang maksimal," tandas Wawan Ramdani.

Sungai Cileungsi yang merupakan hulu kali Bekasi digunakan sebagai bahan baku air PAM Kota Bekasi. Ironisnya, sungai ini kerap tercemar. Ditandai dengan air sungai yang menghitam dan memunculkan bau menyengat, khususnya di musim kemarau. Namun, di musim basah, sungai ini menimbulkan banjir.  

Untuk itu, RBA yang merupakan  komunitas binaan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, tahun ini memusatkan peringatan HUT RI di tepi sungai Cileungsi, diwarnai oleh hitamnya air sungai yang tercemar. 

Pelaksana upacara sepenuhnya dilakukan anggota RBA Kodim 0621/Kabupaten  Bogor.  Komunitas ini merupakan  gabungan beberapa elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari acara susur sungai yang telah dilaksanakan pada akhir bulan lalu. Hasil susur sungai sudah diserahkan ke Bupati Bogor saat  acara boling di Kecamatan Gunungputri.

Pada saat upacara juga dibacakan Ikrar Memerdekakan Sungai, yang bunyinya:

"Kami Masyarakat Peduli Sungai berikrar:
1. Memerdekakan sungai dari pencemaran atau polusi.
2. Menjalankan hak hak sungai untuk dijaga, dirawat dan dipelihara.
3. Mengusahakan dengan segenap jiwa dan raga agar Sungai kita Bersih, Asri dan Harum." 

Setelah dibacakan, spanduk ikrar diteken oleh seluruh elemen yang hadir. "Kita jaga alam. Alam jaga kita." Itulah kesadaran mereka.

-----------------
Penulis: Sancoyo/KP2C
Foto: RBA, KP2C










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)