Disaster

Literasi Kebencanaan

Dompet Dhuafa Pendidikan, Gagas Model Pendidikan di Wilayah Rawan Bencana

Administrator | Senin, 25 Februari 2019 - 08:49:26 WIB | dibaca: 168 pembaca

Ngobrol Pendidikan Indonesia (NGOPI), Pendidikan di Wilayah Bencana, Mitigasi Sejak Dini (foto : rat/pp)

JAKARTA (Parahyangan-post.com) -  Tak bisa di pungkiri, sektor pendidikan selalu terdampak setiap kali bencana terjadi. Trauma pada anak-anak juga kerusakan gedung sekolah adalah dampak besra yang harus ditanggung oleh para penyintas bencana. Ditambah lagi potensi bencana alam yang juga besra dinegeri ini, membuat pedidikan menjadi krusial untuk diperhatikan dalam konteks kebencanaan.

Domper Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) sebagai salah satu jejeraing Dompet Dhuafa yang fokus paad bidang pendidikan, berupaya untuk memberikan konstribusinya. Melalui programnya, Center for Education Study and Advocacy (CESA), DD Pendidikan mengajak semua pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dalam upaya “menyelamatkan”  sekotor pendidikan saat bencana terjadi.

Untuk tujuan tersebut, CESA menggelar “Kajian Pendidikan di Wilayah Bencana” pada Jumat, 22 Februari 2019 pukul 19.00 – 22.00 di Upnormal Coffe Roaster, Jl.Raden Saleh, Jakarta Pusat. Acara tersebut berbentuk diskusi dan tanya jawab, menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Para pemateri terdiri dari Kemendikbud dan LIPI sebagai perwakilan unsur pemerintah, sedangkan dari NGO diwakili oleh Maysrakat Peduli Bencana Indonesia (MPBI) dan Dompet Dhuafa.

Bertindak sebagai pembicara dari Kemendikbud adalah Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D, selaku Direktur Jenderal Pedidikan Dasar dan Menengah, sedangkan Nugroho Dwi Hatanto, Peneliti Geofisika Laut Pusat Penelitian Oseanografi mewakili LIPI. Sementara dari NGO diwakili oleh pakar kebencanaan MPBI, H. Iskandar Leman dan Domper Dhuafa diwakili oleh Arif Rahmadi Haryono selaku General Manager Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

“Target dari Kajian Pendidikan tersebut adalah merancang model pendidikan di wilayah bencana, mulai dari repson tanggap darurat, recovery dan mitigasi bencana sejak dini. Acara ini bertujuan untuk mengadvokasi konsep pendidikan di wilayah bencana agar dapat masul dalam kurikulum pendidikan nasional” ujar Eza El Munadiyan, Manager Strategic Partnership.

Demikianlah, langkah strategis harus segera diambil untuk mempersiapkan bangsa ini dalam menghadapi bencana. Semoga forum kajian dan advokasi ini dapat menjadi langkah awal yang mampu menginspirasi banyak pihak untuk ambil bagian dalam upaya mitigasi bencana di tanah air kita.


(ratman/rls/pp)

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)