Dari Pabrik Menjadi Penyedia Handak Terintegrasi; Belajar dan Tumbuh karena Persaingan

Ekbis

Dahana

Dari Pabrik Menjadi Penyedia Handak Terintegrasi; Belajar dan Tumbuh karena Persaingan

Administrator | Sabtu, 15 Maret 2014 - 07:11:06 WIB | dibaca: 8416 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-Post.com -  Banyak yang beranggapan DAHANA, BUMN industri strategis yang memproduksi bahan peledak (handak), masih melakukan praktik monopoli, walaupun sejak tahun 1995 sudah mempunyai banyak pesain swasta dan bahkan setelah 1998, pasar handak telah terbuka lebar dengan banyak pelaku industry handak, termasuk industry handak asing terkemuka dunia.

Kondisi persaingan yang semakin ketat tersebut direspon DAHANA degnan melakukan turn-around transformation sejak tahun 2002 dan mulai memperlihatkan hasilnya sejak tahun 2006. Dimulai dari pembanguna “operational excellence” yang berhasil memulihkan eksistensi BUMN ini di pasar handak dalam negeri serta bergegeas memulai ekspor sejak tahun 2008, tanpa bantuan modal dari pemerintah, DAHANA akhirnya berhasik mewujudkan pembangunan Energetic Excellence Material Centre (EMC) di atas lahan seluas 600 Ha di daerah Subang, Jawa Barat, pada tahun 2012 lalu.

Sayangnya, kondisi sektor pertambangan termasuk migas sebagai pasar utama DAHANA justru tengah mengalami tren penurunan bahkan cenderung mandek sejak munculnya kebijakan pembangunan “smelter” dan anjloknya harga batu bara dan emas beberapa waktu lalu.

Namun, DAHANA berhasil bertahan dan menunjukkan bahwa BUMN pun mampu mengantisipasi kondisi persaingan maupun kondisi pasar yang selalu bergejolak. Sepanjang 2013, DAHANA terus melanjutkan program transformasi yang telah dicanangkan sejak tahun 2002 dengan tujuan untuk semakin mengukuhkan posisi perusahaan sebagai service provider yang terintegrasi, memperluas pasar, membangun aliansi strategis dengan para pemasok dan pelanggan, serta mendiversifikasikan lini bisnis DAHANA.

Pada tahun 2013, DAHANA berhasil menyaber sejumlah penghargaan, yang terdiri dari; runner-up ASEAN Energy Award untuk kategori bangunan EMC; tiga penghargaan dari “Innovation for Indonesia”, dan penghargaan sebagai salah satu BUMN bidang industri yang berdaya saing terbaik.

DAHANA juga terus mengembangkan serangkaian inovasi produk seperti dayagel sivor dan handak FRG (for reactivate ground), yang melengkapi pendaftaran 22 paten/HaKI selama 10 tahun terakhir di mana 18 di antaranya sudah resmi/sah (granted).
Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, selama tahun 2013, DAHANA telah membangun 3 unit On-site Plant (OSP) di jobsite ADARO di Kalimantan Selatan dengan menggunakan teknologi continuous system (diresmikan pada Juli 2013), jobsite Kasongan, Kalimantan Tengah (dioperasikan mulai Desember 2013), dan terbaru di jobsite ABN di Sanga-sanga, Kalimantan Timur. Dengan demikian, DAHANA kini mengoperasikan 9 OSP dengan 32 jobsite di seluruh Indonesia.
Selama 10 tahun terakhir, DAHANA juga berhasil melakukan ekspansi produksi berbagai jenis handak, termasuk detonator listrik dan non-listrik, emulsi, boolster, pengembangan handak militer.

Manajemen sangat yakin bahwa semua pertumbuhan dan perkembangan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi hanya dapat terjadi bila didukung SDM yang berkualitas lebih tinggi. DAHANA senantiasa meningkatkan kualitas SDM-nya melalui suatu proses pelatihan yang terus-menerus. Melalui sejumlah pelatihan tersebut, kualitas SDM, khususnya tim yang menangani produksi dan inovasi produk bahan peledak, semakin tinggi setiap tahun. Perusahaan juga membuka peluang seluas-luasnya bagi karyawan yang berprestasi untuk mendapatkan promosi dengan jenjang karier yang kompetitif.(rat/pjminews/ant/pp)










Komentar Via Website : 5
Obat Nyeri Sendi dan Tulang
18 Maret 2014 - 13:39:38 WIB
Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan."
http://goo.gl/85WlZ7 | http://goo.gl/9MbH3z
Obat Radang Sinusitis
19 Maret 2014 - 15:46:37 WIB
Seseorang dgn wawasan yg cukup untuk mengakui kekurangannya berada paling dekat dgn kesempurnaan.
selamat beraktifitas sore gan ^^
http://goo.gl/qlWwvN
obat herbal hepatitis a
22 Maret 2014 - 10:43:20 WIB
terimakasih banyak, informasinya bermanfaat. http://goo.gl/s0YYSn http://goo.gl/mPl2OW
obat herbal kanker rahim
24 Maret 2014 - 09:24:52 WIB
agi
25 Maret 2014 - 10:56:56 WIB
Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, AKBP Riko Sunarko mengatakan pihaknya terus mengembangkan penyelidikan kasus 3,7 kilogram sabu-sabu dan 4.512 butir ekstasi yang disita dari AW, Minggu. Dikutip dari www.bit.ly/OPKeXh "Kasusnya terus kami kembangkan sehingga bisa mengungkap siapa pemilik narkoba karena tersangka AW hanya sebagai kurir sekaligus penjaga rumah," ujar kapolres kepada sejumlah wartawan, Selasa.
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)