Edukasi

Damien Dematra: Buat Film Itu Gampang

Administrator | Rabu, 23 Maret 2016 - 22:19:35 WIB | dibaca: 1329 pembaca

SERPONG, Parahyangan Post - Sutradara peraih ratusan penghargaan internasional Damien Dematra dalam diskusi film bersama para pelajar SMP Global Islamic Schools di Serpong mengatakan, "Siapa bilang membuat film itu susah? Dengan teknologi yang sudah begitu maju, setiap orang termasuk para siswa SD dan SMP dapat membuat film dengan mudah. Tidak diperlukan kamera yang mahal, cukup dengan handphone saja, film bisa bagus. Yang penting adalah ‘the person behind the gun’ atau ‘orang di belakang kamera’.(22/03/2016).

Diskusi film ini diadakan dalam rangkaian acara International Film Festival for Women, Social Issues and Zero Discrimination (IFFWSZ) 2016 yang masih berlangsung dari tanggal 6 Maret sampai dengan 30 Maret nanti.

Menurut Damien yang juga adalah founder dan director IFFWSZ, yang penting adalah kreatifitas. Beberapa film pemenang di festival-festival besar seperti Sundance Film Festivals dan juga di festival IFFWSZ telah menggunakan kamera handphone dalam proses shooting-nya. Diharapkan kemajuan teknologi yang pesat ini dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk menghasilkan karya-karya kreatif yang mendunia.

Menanggapi pertanyaan para siswa tentang impian membuat film di usia dini, Damien menambahkan bahwa usia bukan lagi menjadi halangan. Impian dapat segera terwujud menjadi kenyataan apabila ada kemauan dan kesempatan. Damien mencontohkan tentang putrinya Natasha Dematra yang telah berhasil membuat film cerita panjang dalam usia 10 tahun dan hingga kini masih tercatat secara resmi sebagai Sutradara Perempuan Termuda di Dunia. Damien menyatakan komitmennya untuk siap membimbing anak-anak usia muda ini untuk membuat film dan siap bersaing dengan para sineas mancanegara dalam ajang festival film IFFWSZ di tahun-tahun mendatang.

Festival berskala internasional ini telah mengadakan Malam Penganugerahan di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI). Festival ini telah memilih 75 film pemenang dari 425 film yang berasal dari lima benua. Tujuan festival ini sendiri dikarenakan masih minimnya kepedulian masyarakat internasional dan nasional akan isu-isu kesetaraan gender, isu sosial dan anti diskriminasi. Festival ini berharap dengan banyaknya film bertema inspiratif tersebut dapat membuat dunia menjadi lebih baik.

"Dengan adanya festival berskala internasional seperti ini saya harap nama Indonesia makin diharumkan dan juga sineas-sineas dunia dapat terinspirasi untuk membuat film-film yang dapat menginspirasi semua generasi terutama generasi muda. Karena dengan menonton film yang tepat, saya yakin manusia dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Damien Dematra yang pernah membuat film tentang Barack Obama, Buya Syafii Maarif dan Gus Dur ini.

Penghargaan bagi para pemenang telah diberikan, di antaranya pada Menteri Sosial Dra. Khofifah Indar Parawansa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., dan Direktur Utama LPP RRI Dra. Rosarita Niken Widiastuti MSi. sebagai Tokoh Perempuan Pembawa Perubahan. Di samping itu, penghargaan internasional lainnya kepada para sineas mancanegara yang hadir telah diserahkan oleh Penasehat DKR Lily Wahid, Artis Erna Santoso, Artis Roro Fitria, Tiara Savitri, Dedeh Kurniasih, Abah Ukam dan Duta Perempuan Natasha Dematra.

(ratman/rls/dd)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)