Siaran Pers

Cegah Kebakaran Meluas, Tim Terpadu Tingkatkan Pemadaman dan Patroli

Administrator | Rabu, 16 Agustus 2017 - 09:42:42 WIB | dibaca: 100 pembaca

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa, 15 Agustus 2017. Dua titik api ditemukan di sekitar jalur pendakian Piong Taman Nasional (TN) Tambora (14/08/2017). Titik api ini diduga berasal dari para pelaku pemburu liar, dan saat ini kebakaran telah behasil dipadamkan oleh petugas TN dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, hingga tadi malam (14/08/2017) pukul 20.00 WIB, terlihat 1 hotspot di Provinsi Sulawesi Selatan (Kabupaten Luwu Timur), berdasarkan data Satelit NOAA19, sedangkan satelit TERRA/AQUA (NASA) (confidence level >80%), memperlihatkan 7 hotspot, yaitu 2 titik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 1 titik di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dan 4 titik di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Begitu juga dengan pantauan satelit TERRA/AQUA (LAPAN) (confidence level >80%) menunjukkan hotspot sebanyak 7 titik juga, dengan rincian 2 titik di Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi Jawa Timur, 1 titik di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara, 3 titik di Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Sumba Barat, Ngada, Sumba Timur), dan 1 titik di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus ditingkatkan. Upaya pencegahan ini harus tetap dilaksanakan sebelum terjadi karhutla yang semakin meluas 

“Patroli dan sosialisasi di wilayah-wilayah rawan karhutla harus terus dilaksanakan. Meskipun laporan dari lapangan menunjukkan adanya hujan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan, namun kita tidak boleh lengah”, ujar Siti Nurbaya.

Di Riau, Manggala Agni melakukan patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla seperti di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Rengat, Siak dan Dumai. Sementara di Kelurahan Okura Kecamatan Rumbai Pesisir, Manggala Agni melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar seluas 2 hektar. Pemadaman dilakukan sampai dengan pukul 18.15 WIB (14/08/2017), dan masih berlanjut sampai hari ini.

Pemadaman juga terus berlangsung di Desa Sukarami Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir oleh Tim Terpadu (Manggala Agni Daops Banyuasin, TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api/Satgas Desa) hingga kemarin (14/08/2017). Di lokasi lain, patroli terpadu dan sosialisasi dilakukan di Musi Banyuasin, Lahat dan OKI, Provinsi Sumatera Selatan. 

Upaya water bombing di wilayah Ogan Ilir sebanyak 3 sorti, yaitu sorti pertama 32 kali, sorti kedua 39 kali, dan sorti ketiga 39 kali, dengan total air 440.000 liter air, masih juga belum dapat memadamkan api hingga sore hari kemarin (14/08/2017).

Berdasarkan data pemantauan Posko Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tanggal 14 Agustus 2017 pukul 20.00 WIB, tersebut diatas, diketahui per 1 Januari s/d 14 Agustus 2017, total sebanyak 1.454 hotspot berdasarkan satelit NOAA19. Hal ini menurun sebanyak 104 titik (6,67%), jika dibandingkan tahun 2016 periode yang sama, yaitu semula 1.558 hotspot.

Sedangkan data TERRA/AQUA (NASA) per 1 Januari s/d 14 Agustus 2017 (confidence level ?80%), juga menunjukkan penurunan sebanyak 1.848 hotspot (78,13%), jika dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama, yaitu semula 2.365 hotspot menjadi 517 hotspot. 

Sementara itu, hasil patroli udara di Kalimantan Barat pada hari Senin (14/08/2017), menyatakan tidak ditemukan adanya titik api di sepanjang jalur patroli. Patroli yang berawal dari Bandara Supadio Pontianak ini meliputi Desa Merbang, Kecamatan Belintang Hilir (Kabupaten Sekadau), Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang; Desa Sungai Kembayau, Kecamatan Meliau; dan Desa Marita, Kecamatan Parindu (Kabupaten Sanggau).

Kebakaran juga diketahui terjadi di Desa Teluk Paku, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (14/08/2017), dengan perkiraan luas kebakaran sekitar 4 Ha, dan upaya pemadaman darat telah dilakukan Manggala Agni dan tim posko terpadu Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-bati.

Sampai saat ini, patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla juga terus dilakukan oleh Manggala Agni Daops Labuhan Batu, di Provinsi Sumatera Utara, dan di Provinsi Jambi, Manggala Agni Daops Sarolangun melakukan patroli gabungan dengan Satuan Tugas Desa dan BPBD Kabupaten Sarolangun.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)