Agama

Sialturrahmi Umat Islam

Catatan Tersisa dari Reuni 212

Administrator | Selasa, 05 Desember 2017 - 05:49:19 WIB | dibaca: 40 pembaca

Penulis saat menghadiri Reuni 212

Parahyangan-post.com - Jakarta -Reuni 212, Sabtu 2 Desember 2017, bersamaan dengan, peringatan  Maulid Nabi Muhammad Saw  berjalan aman-damai-sejuk.

Sejumlah tokoh yang hadir, diantaranya,  Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Sohibul Iman, Ustadz Bahtiar Nasir, Ustadz Felix Siaw, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan  Ahmad Dani sempat memberikan orasi . Bahkan Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan juga memberikan sambutan.

Sambutan dan orasi dari tokoh yang hadir tersebut telah berhasil menunjukkan bahwa umat Islam Indonesia adalah umat yang rahmatan lil alamin, umat yang cinta damai dan cinta NKRI.

"Reuni ini adalah bagian dari ikhtiar melakukan perubahan di Ibukota dan tahun lalu saudara-saudara berkumpul di sini telah mengecewakan kaum 'pesimis' yang beranggapan bahwa berkumpulnya massa akan memunculkan kericuhan, akan memunculkan kekerasan, akan memunculkan ketidakdamaian ternyata saudara- saudara hadir dengan kedamaian, kenyamanan dan membawa keteduhan," kata Anies.

"Karena itu kita pastikan bahwa pesan yang dibawa adalah pesan untuk membangun Indonesia bahwa persatuan itu diperjuangkan dan diikhtiarkan karena persatuan itu tidak otomatis datang dari langit dan berbeda dengan perbedaan atau kebhinekaan karena dia datang dengan sendirinya tanpa kita kontrol dan tak bisa kita mengatur siapa dilahirkan menjadi apa, akan tetapi persatuan adalah sesuatu yang bisa diperjuangkan dan mari kita menjadi barisan yang memperjuangkan persatuan di Indonesia", lanjut Anies.

"Hari ini adalah bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw karena itu panggung atau kegiatan ini harus bisa menjadi panggung untuk kita mengukur kedekatan kita kepada sifat-sifat Nabi Besar Muhammad Saw seberapa dekat kita dengan sifatnya dan

memperingati kelahirannya bukan sekedar untuk mengenang peristiwa lahirnya seorang yg menjadi Uswatun Hasanah, seorang yg menjadi teladan lintas zaman lintas bangsa tetapi ini adalah peringatan untuk memperingatkan diri kita sendiri seberapa dekat kita dengan sifat-sifat seorang uswatun hasanah yang sehari-hari selalu kita mulyakan karena itu insyallah kita semua di sini adalah orang-orang yang selalu makin hari makin dekat dengan sifat Nabi Besar Muhammad Saw." tutur Anies

"Tanggung jawab untuk melakukan perubahan di Ibukota bukanlah tanggung jawab yang kecil, ini adalah tanggung jawab yang besar, kami menjalankan tugas ini enam minggu perjalanan, kami mohon kepada bapak-bapak, ibu, saudara sekalian di sini mohon kami didoahkan agar bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya agar bisa menuntaskan semua janji dengan sebaik baiknya agar bisa membawa kota ini menjadi kota yang 'baldatun toyibatun warobbun ghofur', sebuah kota yang maju, kota yang warganya bahagia kota yang warganya merasakan suasana tenang nyaman berdasarkan iman dan takwa," pungkasnya. (fri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)