Disaster

#Nangkring #Kompasiana

BNPB Luncurkan Asmara di Tengah Bencana

Administrator | Rabu, 07 Juni 2017 - 09:44:24 WIB | dibaca: 265 pembaca

Kepla BNPB, Kepala Pusat Data & Informasi BNPB, Efendy Gozali, Ferry Fadli dan Haryoko hadir dalam Acara #Nangkring Kompasiana di Graha BNPB Lt.15 (Selasa 07/06/2017)

JAKARTA, Parahyangan-Post.com - Malam gelap pula, angin bertiup sedikit kencang. Pangeran Tumengung Jaya Lopo berkuda meninggalkan tapal batas Kadipaten Paja. Ki Tumengung berkuda paling depan bersama Jatmiko, putranya yang berwajah tampan. Sementara di belakang, mengiring tiga orang pembantunya yang setia. Mereka adalah Penehu Bahusosro, Demang Surongo Marto, Bekel Manyuro. Dan di belakangnya lagi, sekitar 100 prajurit Mataram dalam keadaan siaga menjaga keselamatan junjungannya. Hutan kecil di selatan Candi Prambanan sunyi senyap hampir tak terdengar suara apa pun, kecuali serangga malam dan sekali waktu ringkik kuda …

Paragraf di atas sepenggal prolog mengawali sebuah kisah drama radio yang diluncurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Drama radio berjudul ‘Asmara di Tengah Bencana’ mengkisahkan sepasang kisah anak manusia yang berbeda latar belakang status sosial. ‘Asmara di Tengah Bencana, drama radio berlatar belakang pemerintahan Sultan Agung Hanyoto Kusumo saat terjadinya bencana letusan Gunung Merapi. Kisah yang diramu dengan persoalan dendam kesetiaan, kejujuran, serta percintaan manusia mewarnai drama radio yang mengangkat tema besar bencana. 

BNPB menggagas drama radio ini sebagai salah satu upaya mengkampanyekan budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Masyarakat dapat menikmati kisah drama dan mengenal bencana dan begitu dahsyatnya suatu bencana. Namun masyarakat juga diedukasi bagaimana melakukan mitigasi dan hidup harmoni dengan potensi bahaya. Semua ini dibalut dalam sebuah kisah ‘Asmara di Tengah Bencana.’ 

Media radio dapat diakses secara luas oleh masyarakat di mana pun mereka berada. Pendengar didekatkan kembali dengan drama-drama radio serupa yang telah lama dilupakan, seperti Saur Sepuh atau pun Tutur Tinular. ‘Asmara di Tengah Bencana’ sebagai obat rindu para pendengar akan kisah-kisah laga serupa yang dulu populer disiarkan radio. 

Drama radio garapan S. Tidjab dan dibantu sutradara Haryoko dan penata suara Indra Mahendra akan disiarkan oleh 20 stasiun radio, 18 radio lokal dan 2 radio komunitas. Total episode ‘Asmara di Tengah Bencana’ atau ADB ini berjumlah 50 episode yang mulai dihadirkan di telinga para pendengar pada 18 Agustus 2016. 

Stasiun radio yang menyiarkan ADB antara lain stasiun Radio Kelud, Merapi, Pariwisata Senaputra (Malang), Thomson Gamma (Majalengka), SPS (Salatiga), Soka Adiswara (Jember), CJDW FM (Boyolali), Fortuna (Sukabumi), Gabriel FM (Madiun), Hot FM (Serang), Merapi (Magelang), Persatuan (Bantul), Aditya (Subang), Gema Surya (Ponorogo), EMC Thomson (Yogyakarta), GeNJ (Rangkas Bitung), H (Karanganyar), Elpas FM (Bogor), Thomson (Bandung), dan Studio 99 (Purbalinga). Siaran dari setiap stasiun radio berbeda, antar pukul 16.00 hingga 19.00. Pendengar dapat juga mengakses melalui youtube BNPB dengan kata kunci 'BNPB Indonesia.'

(sumber : BNPB)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)