Hukrim

#stopnarkoba

BNN MUSNAHKAN 74 KG SABU DAN 88 RIBU BUTIR EKSTASI

Administrator | Sabtu, 03 September 2016 - 23:55:07 WIB | dibaca: 1212 pembaca

BNN Musnahkan 74 Kg Sabu dan 88 Ribu Butir Ekstasi, yang dilaksanakan hari ini Rabu (31/8), pkl 10.00 WIB, bertempat di Lap. Parkir Gd. BNN, Jakarta. (sumber : HumasBNN)

Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan 74.073,60 gram sabu dan 88.273 butir ekstasi, barang bukti hasil pengungkapan 3 (tiga) kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan 6 (enam) orang tersangka dan diungkap BNN pada 30 Juli dan Awal Agustus 2016 lalu. Pemusnahan barang bukti dilakukan di Lapangan Parkir BNN, Cawang, Jakarta, pada Rabu (31/8). Dari ketiga kasus, petugas menyita barang bukti sabu sebanyak 74.262,10 gram dan ekstasi sebanyak 88.427 butir. Petugas kemudian menyisihkan barang bukti sabu sebanyak 188,50 gram dan 154 butir ekstasi guna pemeriksaan laboratorium. 

JAKARTA, Parahyangan-Post.com - Kasus pertama
diungkap BNN pada Sabtu, 30 Juli 2016. Petugas mengamankan seorang perempuan berinisial R (42), warga Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Riau, karena kedapatan membawa sebuah tas jinjing yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus plastik hitam berisi plastik kemasan teh yang setelah dilakukan pemeriksaan berisi 455,5 gram sabu. Perempuan yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga ini diamankan petugas di Terminal Bus Makmur, Jl. Sisingamangaraja, Harjosari 2, Medan Amplas, Medan, Sumatera Utara, sekitar pukul 18.30 WIB. 

Kasus kedua
diungkap BNN pada Rabu, 3 Agustus 2016. Dari kasus ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 513,60 gram sabu dari 2 (dua) orang tersangka yang terdiri dari satu orang perempuan dan satu orang laki-laki, masing-masing berinisial WW alias L (49) warga Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, dan H alias A (48) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keduanya diamankan di pintu masuk lobi Selatan Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, saat keduanya tengah bertransaksi 1 (satu) buah tas kertas berwarna cokelat yang berisi 1 (satu) buah kotak warna cokelat yang didalamnya terdapat 3 (tiga) bungkus plastik klip berlapis koran dan 1 (satu) buah kotak makanan warna biru yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik klip berlapis koran berisi kristal yang setelah dilakukan pemeriksaan, kristal tersebut merupakan narkotika jenis sabu dengan berat 513,60 gram. 

Kasus ketiga
diungkap BNN pada Kamis, 4 Agustus 2016. Kasus yang telah di release BNN pada Kamis (25/8) lalu ini akhirnya mendapatkan ketetapan dari Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang. Narkotika jenis sabu seberat 73.293 gram dan ekstasi sebanyak 88.427 butir yang menjadi barang bukti tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh ER alias E (23) dan IE alias I (26), serta SR (39) ini selanjutnya akan dimusnahkan pada hari ini. Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan Malaysia - Indonesia yang telah diungkap BNN pada bulan Mei lalu dengan barang bukti 54.276,9 gram sabu dan 40.894 butir ekstasi dari 9 orang tersangka dengan menggunakan modus yang sama. Dalam penyelundupan kali ini puluhan kilogram narkotika berupa sabu dan ekstasi yang rencananya akan diedarkan ke daerah Jakarta, Surabaya, dan Makasar dikemas dalam 4 (empat) buah ban guna mengelabuhi petugas. Narkotika jenis sabu dan ekstasi yang berasal dari seorang bandar besar berinisial SM di Malaysia diselundupkan oleh SR melalui jalur laut dengan menggunakan kapal bot menuju Pulau Sugi. Kemudian dari Pulau Sugi sabu serta ekstasi kembali dibawa dengan kapal bot menuju Kepulauan Tanjung Batu, dan di pulau inilah muatan sabu dan ekstasi dibongkar oleh SR lalu dikemas dalam 4 (empat) buah ban. Ban berisi narkotika ini kemudian dibawa dengan dua buah mobil oleh ER alias E dan IE alias I hingga akhirnya dilakukan penangkapan oleh petugas BNN di sebuah bengkel yang berada di kawasan Gatot Subroto, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.   

Ancaman Hukuman :


Dari ketiga kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan hukuman maksimal berupa hukuman mati. 

(rat/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)