Hukrim

#StopNarkoba

BNN BONGKAR CLANDESTINE LAB DI ACEH UTARA

Administrator | Rabu, 24 Agustus 2016 - 19:04:10 WIB | dibaca: 1118 pembaca

BNN Bongkar Clandestine Lab di Aceh Utara dan Press Release 30 Kg Sabu Jaringan Aceh – Malaysia, yang dilaksanakan pada hari ini Selasa (23/8), pkl. 14.00 WIB, bertempat di Kantor BNN, Jakarta.

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) - Produksi narkoba ‘rumahan’ atau yang biasa disebut dengan clandestine lab sabu kembali ditemukan. Kali ini Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap produksi sabu dalam sebuah gudang yang terletak di belakang rumah di Dusun Teungoh, Desa Palo Lada, Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara, Provinsi Aceh. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada hari Sabtu (13/8), petugas mengamankan dua orang dengan inisial M alias Usman (pria/WNI/36th) dan ES alias Sidi (pria/WNI/35).

Selain mengamankan kedua orang yang diduga tersangka dalam produksi sabu, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 41,76 gram ephedrine bubuk, 8 liter cairan ephedrine; 31,5 liter asam sulfat (H2SO4); 30,25 liter hidrochloric acid (HCL); 1.650 gram soda api (NHOH); 800 gram IODINE; 2,5 liter METHANOL, 560 gram red phospor; 1 dus bungkus obat neo napacin; 1 buah kompor listrik; 1 buah besi penyangga; 1 buah tabung labu; 1 buah kipas angin; 1 buah timbangan digital; 1 buah saringan; 1 bungkus kertas saring, dan 4 buah tabung kondensor.

Pengungkapan berawal dari hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh petugas BNN. Dari hasil penyelidikan diketahui ada sebuah gudang bekas tempat penyimpanan pupuk tanaman yang diduga digunakan sebagai candestine lab, selanjutnya tim BNN pusat bersama dengan tim dari BNNK Lokseumawe melakukan penggerebekan, Sabtu (13/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat dilakukan penggerebekan petugas menemukan 2 orang pelaku berinisial M alias Usman dan ES alias Sidi sedang memproduksi narkotika jenis sabu (methampetamine). Kedua tersangka yang mulai memproduksi narkotika dan prekursor narkotika sejak hari Kamis (11/8) tersebut diketahui mendapatkan semua alat dan bahan kimia prekursor dari kiriman seseorang di Medan melalui pengiriman paket bus.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke kantor BNN pusat di Cawang, Jakarta guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya terancam pasal 113 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 129 huruf a dan b Undang-Undang Narkotika No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. #stopnarkoba

(rat/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)