Agama

#Pesatntren

Berkunjung Ke Pesantren Al Fattah Temboro Karas Magetan Jawa Timur

Administrator | Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:56:00 WIB | dibaca: 136 pembaca

MEMASUKI - Desa Temboro,  Karas Magetan Jawa Timur, baru saja hendak menyusuri jalan ke Pesantren Al Fattah Temboro, mobil yang saya (penulis) tumpangi disambut dua gerbang berdiri kokoh dengan tulisan berbahasa Arab "ahlan wa sahlan" yang mempunyai makna "selamat datang".

Upaya penyambutan secara simbolis tuan rumah, kyai dan penghuni pondok pesantren Al Fattah Temboro, membuat hati nyaman dan tenteram karena gerbang dan ucapan tersebut menyiratkan pihak pesantren Al Fattah menyambut para tamu yang datang berkunjung dengan tangan terbuka dan hati lapang.

Ditemani "tour guide" syaikh Hendri dan istrinya, serta penterjemah bahasa arab ustadz Abdan Lilla Ahil Ahad dan istri serta anaknya Bunayya,  saya dan para santri penghafal Al Qur'an Yayasan Semesta Al Qur'an ber kesempatan berkunjung untuk bersilaturrahiem meninjau pesantren yang fenomenal ini.

Menempati lahan yang tidak kurang sekitar 60 hektar ini, pesantren Al Fattah mengembangkan potensi keberadaan lahan tanah sebagai asrama putra dan asrama putri, Masjid untuk santri putra dan Masjid untuk santriwati putri serta Masjid untuk umum yang luasnya bisa menampung jamaah sebanyak 40 ribu jamaah. Semua Masjid dibangun secara terpisah berdasarkan blok tanah dan kegunaannya.

Masjid untuk santri putra dan santriwati putri diperuntukkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) mereka, menghafal Al Qur'an dan men taddarusnya sesuai tingkatan kelas.

Ketika saya dan rombongan tiba di area parkir, hati saya bergetar menyaksikan pemandangan ribuan santriwati berbusana hitam lengkap dengan cadar penutup muka yg baru keluar kelas, semuanya serba hitam hanya dibagian mata saja sedikit terbuka untuk melihat jalan dan mengenali apa yg berada di sekeliling nya.

Hati saya bergetar menyaksikan ribuan santriwati berjalan tertib menuju satu tempat, bergetar karena teringat ucapan ketua ormas yang mengatakan memakai cadar bukan jaminan islam nya benar, bergetar karena di sebagian universitas,  cadar sempat dilarang karena dianggap bukan budaya Islam Indonesia, bahkan ada beberapa tokoh publik memberikan statemen miring soal cadar dikatakan sebagai Islam teroris.

Ma syaa Allah kejam nya orang yg mengatakan pengguna cadar sebagai teroris.

Kenyataan di Pesantren Al Fattah Temboro Karas Magetan Jawa Timur, semua Santriwati nya diwajibkan berbusana muslim dan bercadar.
Sungguh pemandangan yg menyejukkan mata yang memandang serta membuat hati penasaran, apa yg tersembunyi dibalik ketaatan syar'i para wanita shalihah tadi.

Hanya pandangan hati yang hasad, iri dengki saja lah orang yang mengingkari perintah Al Qur'an menyematkan stigma teroris pada wanita berbusana muslim dan bercadar tadi.

Pesantren Al Fattah Temboro, ketika tulisan ini dibuat tengah februari 2019 para santri/santriwati nya ber jumlah 36.000 sebuah capaian yg fantastis,
mempunyai kegiatan ekskul, memanah dan berkuda,  yang semuanya digarap oleh para alumni dan santri aktif menjalani perintah sang kyai dan pengurus lainnya untuk merawat kuda, unta,  sapi dan kambing peranakan ettawah (PE). 

Disaat saat tertentu mereka para Santri yg menetap dan menjadi bagian kegiatan pondok, merawat kuda, memberi makan dan memandikannya. Di jam tertentu sekitar jam 09:00 sampai jam 12:00 waktu dzuhur mereka mengeluarkan beberapa ekor kuda untuk disewakan pengunjung dan terbuka untuk umum dengan tiket sewa 20rb rupiah per kuda  untuk beberapa kali putaran di stadion yg dibangun untuk keperluan itu.

Kita tak perlu khawatir cedera jatuh dan dibawa kabur kuda, karena setiap ekor kuda didampingi pawang kuda yg ramah disamping itu juga lantai yang menjadi dasar stadion di landasi dengan pasir yang terhampar rapi.

Dibagian lain terdapat area belajar memanah, yang juga dibuatkan stadion memanah yg representatif hingga aman bagi pemula.

Sedangkan dibagian peternakan sapi  perah susu dan kambing Ettawa, disini terlihat kegiatan para eks santri sedang memerah susu dan memberi makan hewan ternak nya. Hasil susu perahan dijual untuk umum dan di olah menjadi yoghurt, dijual juga di toko toko koperasi milik Al Fattah. Susu Sapi segar di hargai 3500 rupiah per plastik ukuran 300ml.

Penulis ber kesempatan meninjau istal kuda dimana puluhan kuda pacu asal Saudi Arabia dan Australia terlihat sehat terawat, beberapa ekor burung Elang juga nampak terlihat.

Saya berkesempatan ngobrol dengan santri asal Makasar Sulawesi Selatan, ia bercerita tentang aktifitas nya sehari hari yg penuh dengan kegiatan, dimulai dari jam 02:00 dinihari shalat tahajjud berjamaah hingga masuk kelas. Saya bersimpati mendengarnya, sampai sang santri asal Makasar ini ber cerita tentang rencana Pondok yg segera membangun Masjid Agung berkapasitas 2 juta jamaah di atas lahan 100 hektar..  Subhanallah..

Al Fattah yg juga ber integrasi dengan masyarakat sekitar memang sangat memungkinkan mampu menampung 2juta jamaah sekaligus dan itu sangat realistis mengingat Al Fattah sangat terbuka dan dibuka untuk umum. Maka ketika Capres Prabowo Soebianto belum lama ini berkunjung ke Al Fattah dalam safari politiknya, Al Fattah secara ramah menerima Prabowo Soebianto.

Tak kurang dari 36.000 para santri/santriwati diperintahkan sang Kyai pemimpin Al Fattah keluar untuk menyambut Prabowo Soebianto. Ditambah masyarakat sekitar tak kurang 50.000 orang tumpah ruah menghadiri kunjungan sang Capres tadi, buntut kunjungan tersebut Prabowo yang juga hobby memelihara kuda memberikan hadiah 2 ekor kuda koleksi pribadi beliau,  begitu cerita santri asal Makasar mengakhiri bincang bincang santai dengan saya ditempat latihan berkuda disana.

Illa liqoo, semoga Islam Jaya dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Februari 11, 2019.

(imansyah hakim al rasyid/Wartawan Parahyangan Post.)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)