Nusantara

Bekraf – Kemlu Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kawasan

Administrator | Rabu, 04 September 2019 - 14:02:48 WIB | dibaca: 105 pembaca

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan ASEAN Regional Workshop on Creative Economy di Nusa Dua Bali pada Rabu - Kamis (4-5/9/2019)

NUSA DUA, BALI (Parahyangan-Post.com) -- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan ASEAN Regional Workshop on Creative Economydi Nusa Dua Bali pada Rabu - Kamis (4-5/9/2019). Menurut Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf Endah W. Sulistianti, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama ekonomi kreatif di lingkungan negara-negara ASEAN.

Dalam sambutan pembukaan Workshop yang dibacakan oleh Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri K. Candra Negara, Deputi Endah menyatakan bahwa workshop kali ini merupakan pertemuan mengenai ekonomi kreatif pertama di antara anggota ASEAN. “Di era revolusi industri 4.0, ketika globalisasi dan digitalisasi berjalan bersamaan, negara-negara di Kawasan Asia Tenggara harus siap dan harus mampu mengikuti perkembangan ini,’’ kata Endah.

Indonesia percaya, ASEAN dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif. ‘’Namun terdapat factor yang harus diakselerasi, di antaranya pengarusutamaan isu ekonomi kreatif dalam mekanisme ASEAN,” ungkap Endah.

Potensi Asia Tenggara menjadi pelaku utama ekonomi kreatif di dunia sangat besar. Di samping kaya dengan budaya budaya dan warisan sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kawasan ini sangat pesat. Apalagi dengan terus meluasnya revolusi industri 4.0. Selama beberapa tahun terakhir, setidaknya tujuh perusahaan rintisan di ASEAN melesat menjadi Unicorn.

Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Duta Besar Jose Antonio Morato Tavares menyampaikan, bahwa ekonomi kreatif, sebagai sektor yang paling dinamis dalam ekonomi global saat ini, juga telah bertransformasi menjadi sumber pengembangan sosial-ekonomi. Ekonomi kreatif juga terbukti tahan krisis karena bersifat inklusif karena tidak memiliki batasan ras, usia, jenis kelamin, modal dan latar pendidikan.

Beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah memiliki lembaga khusus untuk ekonomi kreatif. Hasilnya, beberapa subsektor ekonomi kreatif  (seperti fesyen, kuliner, kerajinan, desain produk, serta gim dan aplikasi) di negara-negara tersebut mengalami perkembangan yang luar biasa.

Kegiatan selama dua hari ini bertema Promoting Cooperation and Collaboration in Creative Economy in ASEAN. Kegiatanini sejalan dengan Cetak BiruMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), terutama bagi penguatan peran UMKM dalam integrasi ekonomi ASEAN melalui pemasaran, teknologi, dan inovasi.

ASEAN Regional Workshop on Creative Economydikuti oleh perwakilan dari masing-masing negara anggota ASEAN: seorang pembuat kebijakan dan seorang pelaku kreatif atau perwakilan asosiasi. Sejumlah narasumber diundang untuk menjadi pembicara yang merupakan perwakilan ASEAN (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media yang berkaitan dengan isu ekraf) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Kegiatan ini diharapkan dapat merumuskan strategi, langkah, dan upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN, untuk memperkuat kapasitas ekonomi kreatif di Kawasan.

(rat/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)