Disaster

Banjir

Banjir Rendam 7 Desa Di Gorontalo Utara

Administrator | Sabtu, 07 Februari 2015 - 19:51:44 WIB | dibaca: 1286 pembaca

Banjir Gorontalo (Foto : Ilustrasi)

JAKARTA (www.ParahyanganPost.com) - Kondisi geomorfologi wilayah Gorontalo rentan banjir bandang. Pada Jumat (6-2-2015) pukul 17.30 Wita terjadi banjir bandang di Kec. Monano, Kab. Gorontalo Utara yang merendam 7 desa yaitu desa Tolitehuyu, Monas, Juriati, Mokonow, Tudi , Pilohuata dan Monano. Tinggi air 50-150 cm. Sekitar 513 unit rumah dengan 2.208 jiwa terendam banjir. 6 rumah rusak berat.



BPBD Gorontalo Utara bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, SAR, relawan dan masyarakat sejak kemarin melakukan evakuasi. Dapur umum didirikan di Kantor Kec. Monano. Tidak ada korban akibat banjir bandang ini.

 

Sementara itu, 3 korban tewas dari banjir Kali Lamong di Gresik telah dimakamkan pada hari ini. Banjir yang terjadi pada Kamis (7-2-2015) pukul 01.00 Wib akibat meluapnya Kali Lamong telah merendam 29 desa di Kec. Benjeng, Kec. Cerme, dan Kec. Menganti, Kab. Gresik, Jawa Timur. Banjir menyebabkan 3 tewas, 5 luka-luka, 1.245 rumah terendam dengan 1.520 KK (4.432 jiwa) terdampak, 378 ha sawah terendam dan kerugian materi lain. Saat ini sebagian daerah masih banjir dengan ketinggian air 30 – 60 cm.

 

Korban jiwa akibat banjir Kali Lamong ini berawal dari 8 orang yang selesai melihat warga mencari ikan di Jembatan Kali Lamong di Desa Gadingwatu meluap. Mereka pulang melalui jalan pintas yaitu pematang sawah yang terendam banjir. Saat di pematang sawah ada seorang terpeleset, yang lain akan menolong tapi ikut terjebur. Saat bersamaan debit banjir naik dengan cepat yang akhirnya menyeret 8 orang.

 

Lima orang yang berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya tenggelam terseret banjir yang kemudian ditemukan dalam kondisi tewas yaitu Heni Pratama Putra (15), Sutris (17), dan M Martoni (21). Sedangkan 5 orang luka masih dirawat di RSI Cahaya Giri, Kringkang, Menganti, Gresik.

 

Kali Lamong ini selalu banjir setiap tahunnya. Perlu segera penanganan sungainya agar banjir tak berulang.

 

(sumber : Sutopo Purwo Nugroho/Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

 

Editor : ratman










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)