Seni Budaya

FESTIVAL CILIWUNG 2

Bang Lantur Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Administrator | Kamis, 07 November 2019 - 15:02:48 WIB | dibaca: 169 pembaca

Jakarta, parahyangan-post.com-Hajatan besar masyarakat Betawi  Festival Ciliwung 2, yang akan berlangsung  di Padepokan Ciliwung-Condet,  Sabtu 9 November 2019, sudah semakin dekat. Semua persiapan hampir finish.

Saat dikunjungi wartawan parahyangan-post.com, Rabu malam, (6/11) arena festival  tengah berbenah. Panitia sibuk mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran acara yang dianggap paling prestisius di sepanjang bantaran kali Ciliwung ini. Termasuk panggung untuk atraksi Dongeng Anak yang akan dibawakan oleh Kak Denny dari Sahabat Indonesia Mendongeng (SIM).

Ketua Panitia, yang juga tokoh muda Betawi paling disegani,  Bang Lantur menjelaskan, pada Festival Ciliwung 2 ini banyak atraksi budaya tradisional Betawi yang akan dipertunjukkan. Salah satu yang paling menarik adalah ‘Larung Getek Mini’.

“Di dalam getek mini itu para pejabat, tokoh masyarakat dan masyarakat umum boleh menuliskan harapannya untuk sungai Ciliwung, lalu dilarung. Nanti di dalam getek itu ada satu getek harapan. Siapa yang mendapatkannya kita beri hadiah, ” ungkapnya.

Tradisional

Lebih jauh Bang Lantur menjelaskan, pihaknya sangat peduli  mengembangkan budaya Betawi yang bernilai tinggi.  Terlebih khusus yang berkembang di sepanjang aliran sungai Ciliwung. Karena budaya yang berkembang disepanjang aliran sungai Ciliwung  sangat kuat pesan moralnya. Dapat mempersatukan pihak-pihak yang berbeda.

Makanya pada “Festival Ciliwung 2” ini  dia memberi hastag  #Mengajak masyarakat peduli lingkungan  dengan sentuhan seni budaya.

“Mengapa sentuhan budaya? Karena dengan  sentuhan budaya semua perbedaan akan cair. Masyarakat Betawi sangat terbuka dan bisa menerima semua perbedaan. Salah kalau ada  yang mengatakan masyarakat Betawi itu tertutup dan tidak mau menerima perbedaan. Kita ‘well come saja’,” tuturnya antusias.

Makanya, lanjut Bang Lentur, melalui Festival Ciliwung 2 ini pihaknya ingin memperkenalkan budaya Budaya Betawi yang terbuka, agar dapat dinikmati  dan dilakoni oleh semua orang.

“Percuma kita berteriak-teriak bersihkan Ciliwung! Jangan buang sampah ke Ciliwung, tapi kita tidak melakukan pendekatan budaya. Tapi mari kita ajak masyarakat dengan sentuhan budayanya mereka pasti mau. Satu contoh kecil yang telah kami lakukan adalah pada acara hajatan (pernikahan) orang Betawi. Kami membudayakan kembali menyajikan minum dengan gelas. Tidak memakai minuman kemasan plastik. Nah, ini salah satu cara. Coba berapa banyak plastik yang dihasilkan dalam sebuah hajatan kalau memakai minuman kemasan? Itu kan sampah yang mencemari lingkungan,” tuturnya.

Dijelaskan Bang Lentur, pihaknyamengajak masyarakat  berbaur , ngobrol dan mendiskusikan banyak hal di Padepokan Ciliwung-Condet tersebut.

“Yang berkesenian silakan berkesenian. Yang mau dagang silakan dagang. Pokoknya Padepokan Ciliwung Condet ini sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin mengembangkan kerativitasnya,” tambah Bang Lantur optimistis.

Batik Condet

 

Sementara itu ketua panitia penyelenggara Bang Kamil menjelaskan, selain arung getek mini Festival Ciliwung 2 juga akan diisi dengan Fashion Show Batik. Penampilan ini  untuk memperkenalkan sekaligus launching batik bermotif tumbuhan asli Condet dengan bahan baku pewarnaan dari pohon pucung. Berikutnya, ada penanaman pohon salak Condet yang merupakan tananaman yang identik dengan wilayah Condet dan telah dijadikan mascot kota Jakarta.

Berikutnya adalah  perlombaan Permainan Tradisional, Mewarnai dan penampilan seni budaya lainnya seperti Palang Pintu, Silat Betawi, Pantun Betawi, Tarian dan  Gambang Kromong.

“Ada juga stand kuliner Betawi, stand khusus tentang penulis Betawi, Firman Muntaco yang tinggal di Condet,” tutur Bang Kamil.

Firman Muntaco adalah seniman Betawi terkenal. Selain menulis cerita Betawi dan mengembangan samrah Betawi, juga menulis tentang Cagar Budaya Condet dalam beragam surat kabar.

“Acara ini semacam  momen pengingat dan menjadi inspirasi bagaimana Firman Muntaco berperan memajukan budaya Betawi di Condet,” tutup Bang Kamil.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)