Disaster

#SIBAJA

Aplikasi SIBAJA di Luncurkan

Administrator | Jumat, 19 Juli 2019 - 08:06:09 WIB | dibaca: 189 pembaca

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Embay Suhaimi Tampak Sedang Memberikan Kata Sambutan Pada Peluncuran SIBAJA (sumber foto : Nia/YKR)

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) - Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah, masyarakat maupun lembaga pegiat kebencanaan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana. Keragaman budaya, agama dan keunikan dimasing-masing wilayah membuat upaya-upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana membutuhkan beragam pendekatan yang informatif, mudah dipahami dan mudah diakses. 

Atas dasar itulan Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia (YKRI) bersama
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019), meluncurkan aplikasi bertajuk Siaga Bencana Jakarta (SIBAJA). 

Tim Konsep dan Supervisi 'Sibaja' Willy Asianto mengatakan, aplikasi ini dibuat sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ibu kota agar peduli dan siap ketika bencana terjadi. Terutama kebakaran yang akhir-akhir ini sering terjadi di Jakarta. 

"Lebih untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana dan langkah antisipatifnya. Nanti juga ada peta yang memperlihatkan area-area bencana dan menjadi sarana edukasi juga," ujar Willy usai peluncuran aplikasi tersebut. 

Fokus utama dari peringatan dini di aplikasi ini, lanjut dia, adalah untuk bencana kebakaran, dan saat ini masih mencakup area Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, yang cukup rawan akan bencana kebakaran di Jakarta. 

"Setelah berjalan, kebakaran di Jakarta ini masih tinggi, terutama di Tambora yang tempatnya padat penduduk dan ada banyak usaha garmen dan toko-toko," tambah Willy. 

Selain itu, aplikasi ini nantinya juga akan dibuat lebih interaktif dan dekat dengan penggunanya. Seperti adanya fitur notifikasi, tips and trick, dan diharapkan mampu memperluas cakupannya di seluruh kawasan di ibu kota. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyambut baik aplikasi ini untuk dikenalkan kepada masyarakat. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta, Embay Suhaimi bahkan mendorong inovator-inovator seperti ini untuk bersinergi dengan BPBD dan pemerintah. 

"Kalau punya inovasi tentang kebencanaan, silahkan datang ke BPBD. Kami memiliki data seperti masalah peta banjir, peta rawan kebakaran, dan lainnya. Jadi disinkronisasikan menjadi satu aplikasi untuk keperluan masyarakat kita," tukas Embay. 

Aplikasi
SIBAJA ini berisikan ; informasi tentang sejarah dan potensi bencana kebakaran, langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. 

Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia sebagai mitra implementasi PLAN International Indonesia dan DFAT AUSAID sebagai pendonor dalam kegiatan peluncuran SIBAJA yang diimplementasikan dalam program Indonesia Youth in ACtion For Urban Resilience, dengan melaksanakan serangkaian kegiatan dan menghasilkan sejumlah pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berbagai bidang seperti ; kebencanaan, ekonomi kreatif, teknologi terapan dan advokasi untuk mendukung dan mewujudkan Jakrta Berketahanan. 



(ratman/rls/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)