Opini

Kolom KPC Ismail Lutan

Amunisi Khan untuk Ahokian

Administrator | Senin, 16 Mei 2016 - 07:49:44 WIB | dibaca: 1544 pembaca

Ismail Lutan

Oleh Ismail Lutan:

 

 

 

Sodiq Khan mengukir sejarah fenomenal. Dia adalah Muslim pertama yang dipilih warga London menjadi walikotanya. Putera supir  bus  imigran Pakistan ini pun sebelumnya  juga adalah seorang Menteri Transportasi  dari partai Buruh di negeri Ratu Elizabeth.

Balon (bakal calon) Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama cukup cerdas melihat fenomena ini. Ahok, demikian dia disapa akrab, langsung mengucapkan selamat. Ucapan selamat ini seolah-olah bukan untuk Khan semata, tetapi  juga ditujukan kepada orang-orang picik di negeri ini yang selalu menggunakan  isu agama sebagai senjata politik untuk merebut kekuasaan.

Para Ahokian,sebutan saya untuk penggemar Ahok, (termasuk dalam barisan ini ‘EMpunya’ budayawan Indonesia Goenawan Mohamad), pun girang-gemirang. Mereka mendapat amunisi segar untuk membungkam lawan-lawannya, terutama lawan di medsos.

Senyum bekunya seakan  berkata, “Kita sedang menang! Lihat tuh London! Meski  minoritas tapi walikotanya Islam. Mangkenye jangan bawa-bawa  isu agama lagi untuk mengalahkan Ahok yang non Islam. Kagak bakalan mempan!”  

Dan para Ahokian kini memang semakin tak terbendung, KTP pendukungnya hampir satu juta. Sementara balon-balon lain masih ngambang, belum punya cantolan kokoh, bahkan balon di Partai PDIP-P  masih disekolahkan. Di partai ini Yusril  (Yusril Ihza Mehendra, ketua Umum Partai Bulan Bintang-red) termasuk salah seorang pelamar

Saya khawatir,  Yusril “Diprabowokan Mega” (Ingat kasus Pilpres 2014 yang membuat  Prabowo Subianto meradang abis kepada Megawati Soekarno Puteri yang menurutnya  ingkar janji  karena  tak jadi mendukungnya sebagai capres, atas  balas budi  dukungan pada Pilpres  2009).

Padahal Yusril telah membuat front terbuka dengan Ahok, dan menjadi penasehat hukum orang-orang yang ‘mengaku’ terzalimi, terutama warga kampung Luar Batang.

*

Saya ingin menambah amunisi lebih banyak kepada Ahokian untuk membungkam lawan-lawannya. Amunisi ini juga berasal dari fenomena Khan.

Khan dipilih warga London antara lain karena ia pendukung LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender), dan menyetujui pernikahan sejenis, pernikahan yang menyalurkan syahwat menyimpang dan ‘tegak lurus dengan langit’.

Ini adalah model pernikahan manusia yang  sudah bosan menikah dengan lawan jenis, seperti yang diharuskan oleh semua kitab suci. Mereka lebih senang kawin-mawin dengan kaum sejenis, perilaku yang di  zaman Nabi Luth dikutuk Tuhan.

Respon terhadap keterpilihan Khan ini  pun disambut gembira oleh intelektual  kontroversial Muslim kelahiran Afrika yang bermukim di Kanada, Irshad Manji. Irshad langsung mengumumkan pernikahan sejenis dengan pacar terangnya, Laura. Dalam sebuah foto yang diunggah di media sosial Irshad kelihatan sangat mesra dengan Laura, namun Irshad tidak menyebutkan siapa sebagai “pejantan” dalam rumah tangga mereka itu.

Nah, di Indonesia, penganut Islam masih sangat alergi dengan LGBT, namun suara-suara ulama yang menolaknya cenderung diabaikan. Termasuk suara kyai sekaliber  ketua PB NU. KH Said Aqil  Siradj. Said pernah  menyatakan ‘jijik melihat LGBT’. Namun yang sering muncul di media bukan pernyataannya itu melainkan  statemen  tentang kepemimpinan  yang berbunyi  (artinya)  “Lebih baik pemimpin non Islam yang jujur dan tidak korupsi dari pada pemimpin Islam tapi korupsi). Pernyataannya ini, oleh masyarakat dinilai  erat kaitannya dengan Pilbub DKI.

Nah, jika Ahok yang menyuarakan “Stop LGBT”, pastilah simpati kepadanya akan semakin meluas, karena umat Muslim Jakarta dan  Indonesia umumnya  menolak LGBT.

Dengan statemen itu Ahok akan semakin mengokohkan diri sebagai tokoh yang sebenar-benar tokoh. Bukan tokoh karbitan. Elektabilitasnya tak terkalahkan. Dan saya yakin dia pasti menang pada Pilgub 2017.

Tetapi ada syaratnya. Syaratnya satu saja, cuma satu!

Dia berhasil lolos dari korupsi  undang-undang dan korupsi peraturan perundang-undangan Reklamasi Teluk Jakarta. Karena dengar-dengar nih, dia ditengarai terlibat! Bahkan dia akan menggugat Koran Tempo segala, karena  menurutnya, koran itu dan kelompok medianya,  telah membocorkan  BAP tersangka yang mengaitkan namanya menerima duit ratusan miliar rupiah!***

 

Penulis: Wartawan, Direktur KPC (Kajian Publik Cijantung)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)