Polkam

Krisis Kemanusiaan Rohingya

AHY: Bela Rohingya harus dengan Prinsip Imparsialitas

Administrator | Minggu, 17 September 2017 - 08:11:28 WIB | dibaca: 290 pembaca

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). foto TYI

Depok, parahyangan-post.com, Direktur  Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan dalam membela etnis Rohingya, kita harus memakai prinsip imparsialitas. Artinya membantu tanpa membeda-bedakan. Hal tersebut disampaikan Agus usai menghadiri acara bersama anak yatim piatu di Club House, Mahogany Residence, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2017) malam.

"Harus kita carikan solusinya bersama-sama. Kita ingin setiap manusia diperlakukan selayaknya manusia, tanpa melihat perbedaan latar belakang maupun hal-hal lainnya, " ujar Agus.

 

Jangan membuat ricuh

Lebih jauh,  putera sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyonoini  mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak menanggapi krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar dengan membuat ricuh di negeri sendiri. Agus mengatakan energi positif masyarakat Indonesia untuk bela etnis Rohingya dapat diekspresikan lewat pemikiran-pemikiran jika kemampuan untuk melakukan bantuan nyata terbatas.
"Semua langkah dan upaya yang telah dilakukan pemerintah harus kita apresiasi, harus kita dukung. Kita tidak boleh justru menjadi ricuh di dalam negeri sendiri karena itu kontraproduktif dari upaya kita membantu warga Rohingya," katanya.


Semua upaya untuk menuju ke arah perdamaian Rohingya, lanjut Agus,  harus didukung melalui pemikiran kalau tidak bisa dengan aksi nyata, lewat pemikiran. Saran-saran strategis pasti dibutuhkan.

Dikatakan, tujuan dukungan terhadap warga Rohingya adalah agar mereka diperlakukan secara manusiawi oleh Pemerintah Myanmar. Untuk itu, pikiran-pikiran solutif diperlukan untuk menyudahi krisis kemanusiaan di Myanmar.
Agus mengajak masyarakat untuk mendukung Pemerintah Indonesia menjadi pionir dalam menciptakan perdamaian di kawasan Asean.
"Kita perlu mendukung upaya pemerintah kita, yang telah dilakukan, dan terus di-follow up dengan berbagai upaya lainnya sehingga kita bisa benar-benar menjadi negara yang dianggap sebagai pioner dalam perdamaian di kawasan," ucap Agus.
"Kita sebagai sesama anggota ASEAN dan sebagai negara tetangga yang baik, ingin terus memberikan support dalam arti bagaimana kita bisa menghentikan tragedi kemanusiaan tersebut, bagaimana membantu mereka, membuat situasinya lebih baik," imbuh suami Annisa Pohan itu.*** (tan/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)