Profil

#Tokoh

Abdullah Hehamahua Titisan Patimura Dari Pulau Timur.

Administrator | Selasa, 20 Agustus 2019 - 10:40:38 WIB | dibaca: 215 pembaca

JAGAD RAYA - Indonesia belakangan ini dihebohkan dengan hadirnya sosok macan tua perkasa hadir ditengah demo Jakarta yang menuntut keadilan. Jika saja yang hadir tersebut sosok biasa yg  hanya mencari sensasi dan mencari serpihan harta dunia lewat demo demonya, pria tua ini lain lagi ceritanya.

Dialah seorang penasihat KPK masih keturunan asli asal Saparua Maluku bernama Patimura, dialah sosok pria tua dimaksud : Abdullah Hehamahua.

Bertemu dengan manusia langka ini bagi sy adalah suatu anugerah yang sangat besar, dalam pertemuan karena suatu tugas jurnalis yg di utus tabloid ini, bang Dul,  acapkali  ia disapa para juniornya, seperti biasa menebar senyum ramahnya, adalah manusia bersih dan sederhana, manusia langka yang dimiliki bangsa ini disaat koruptor berlomba lomba memperkaya diri dengan uang hasil korupsi, ada bang Dul yg dengan gagah perkasa, menghentikan perbuatan korup itu serta menyeretnya masuk bui.

Kehidupannya yg sederhana nyaris miskin, padahal jabatannya diberbagai institusi bisa membuat kehidupannya bergelimangan harta dan kekuasaan, Prinsipnya yang kuat tidak menggoyahkan keyakinannya untuk tetap berdiri pada jalur yang benar.

Di berbagai kesempatan, saya sering mengundang beliau untuk memberikan ceramah bermateri amanah kejujuran untuk bekal para guru yang akan diteruskan kepada anak didiknya, adalah upaya sy ikut menularkan prinsip prinsip hidup sederhana yg dianutnya.

Abdullah Hehamahua, lahir di Ambon 18 Agustus 1949, tercatat masih menjabat sebagai penasihat KPK, hingga kini masih ditunjuk menjadi Ketua Komite Etik KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik beberapa pejabat internal KPK.

Bang Dul dimasa mudanya pernah menduduki jabatan sebagai aktifis pergerakan KAMI dan Ketua Pengurus Besar HMI yang juga pernah menjadi dosen terbang di Universitas Malaysia dan Singapura ini, sangat familiar dan bersahaja apalagi kepada para juniornya yg dikenalnya dengan baik.

Kini di usia nya yang sudah 70tahun serta kehadirannya disetiap demo menuntut keadilan, adalah suatu pesan moral dimana keberpihakan pencari kebenaran ini harus berlabuh menurut keyakinannya. Di usianya yang nyaris tak bugar lagi itu, haruslah di ikuti dan dijadikan contoh oleh generasi muda ujung tombak yang masih memiliki nurani.

Dalam motto hidupnya yang akan selalu sy ingat, beliau selalu mengatakan :"Serigala hanya menyerang domba yang terpisah dari kelompoknya"  "Dan koruptor punya banyak cara, kalau sama anda tidak jebol, bisa lewat anak atau istri"

Demikian dahsyat motto hidupnya, semoga bang Dul, tetap pada pendirian tetap pada prinsip, hingga maut memisahkan raga dan jiwa.
Husnul khatimah......   Aamiiiiin YRA.

                 
 (Imansyah Hakim Al Rasyid/PP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)